Hagania Disebut Setor Rp300 Juta

Hukum & Kriminal
Hagania, putri anggota DPRD Sumut yang menabrak mati seorang sopir taksi.
Hagania, putri anggota DPRD Sumut yang menabrak mati seorang sopir taksi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengalihan penahanan Hagania br Sinukaban, putri kandung anggota DPRD-SU Komisi A, Layari Sinukaban jadi tahanan kota sontak jadi perhatian publik karena disinyalir berbau suap. Kabar yang berkembang di Kejari Medan, agar bisa keluar dari penjara, keluarga tersangka kasus kecelakaan yang menewaskan seorang warga itu disebut memberi uang Rp300 juta sebagai upeti ke jaksa.

Namun saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Medan, Dwi Agus Afrianto mengaku belum mengetahui kabar tak sedap tersebut.


“Saya belum ada dapat kabar soal isu Rp300 juta itu. Tapi nanti akan saya coba cek dan tanyakan kebenarannya,” jelasnya. Dwi Agus berdalih tak tau karena jaksa Kejatisu yang menangani perkaranya.

Terpisah, saat ditanya kenapa jaksa Kejatisu yang menangani perkara kecelakaan maut itu? Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejatisu, Chandra Purnama mengatakan, hal itu terjadi karena jaksa Kejatisu lebih dipercaya dari jaksa Kejari Medan.

“Kalau perkara itu memang bisa dipegang oleh jaksa mana saja. Mungkin jaksa Kejatisu yang lebih dipercaya. Jadi biar berkasnya dipercepat,” katanya sekenanya, Kamis (5/6) siang.

Lanjut Chandra, selain lebih dipercaya, kebijakan itu juga dilakukan atas pertimbangan pemerataan penanganan berkas di kejaksaan. “Mungkin dilakukan untuk pemerataan berkas di kejaksaan. Mungkin jaksa banyak berkasnya dan bisa jadi biar cepat saja,” katanya.

Lalu benarkan jaksa Kejatisu, Runggu Sitepu sengaja disuruh menangani kasus itu karena ia punya hubunguan kekeluargaan dengan tersangka? Ditanya begitu, Chandra langsung membantah. “Tidak ada itu. Hubungan keluarga atau bagaimana pun, tapi setiap jaksa memang bisa memegang perkara, selama itu adalah perintah pimpinan. Dan itu memang domainnya dari pimpinan,” tandasnya.

Menanggapi kejanggalan kasus ini, Direktur Pusat Studi Hukum dan Peradilan (PUSHPA) Muslim Muis SH menilai Kejari Medan tak mampu menangani perkara tersebut. “Itu kan hanya peraturan internal saja, jaksa Kejatisu pegang atau nangani perkara di Kejari. Cuma masalahnya disini, kan anggapannya Kejari Medan gak mampu handle kasus ini, padahal cuma perkara laka lantas,” ungkapnya, Kamis (5/6) malam. Muslim juga meminta jaksa tidak main-main karena perkara itu sudah menjadi perhatian publik.

“Ini perkara sudah jadi perhatian publik, jadi jangan ada yang aneh-aneh, bisa jadi tanggapan negatif. Kita minta kedepannya jangan terjadi seperti ini lagi,” harapnya. Dirinya menegaskan kasus itu harus jadi perhatian petinggi di Kejatisu, karena terindikasi adanya dugaan penyelewengan hukum. “Seharusnya kasus-kasus yang menyangkut orang besar kayak gini mendapat perhatian dari petinggi, baik Kajatisu ataupun Kajari Medan. Udah kayak kerajaan kekuasaannya, absolut gitu, mutlak. Karena hal ini rentan dengan dugaan penyelewengan hukum. Apalagi, biasanya orang besar mempunyai power atau kekuasaan,” tandasnya.

F : Gatha Ginting/PM Mobil Mercy BK 1 NC milik Hagania Sinukaban, putri ketua Komisi A DPDRD Sumut menabrak seorang supir taxi hingga tewas di Jl Gatot Subroto, Medan.
F : Gatha Ginting/PM
Mobil Mercy BK 1 NC milik Hagania Sinukaban, putri ketua Komisi A DPDRD Sumut menabrak seorang supir taxi hingga tewas di Jl Gatot Subroto, Medan.

Cerita sebelumnya, mobil sedan jenis Mercy C-200 BK 1 NC yang dikendarai Hagania Sinukaban (23), menghantam lima kendaraan, di antaranya satu angkutan umum, dua becak bermotor dan dua pengendara sepeda motor saat melintas di persimpangan Jl. Iskandar Muda – Gatot Subroto Medan tak jauh dari Medan Plaza.

Peristiwa tersebut menyebabkan Sumarja (38) warga Jl. Kelambir V, Helvetia, Deliserdang yang meninggal dunia karena mengalami luka serius di bagian kepalanya, setelah sepeda motor Honda Vario BK 4438 AEL ditabrak oleh Hagania.

Sementara itu, korban luka adalah Herman Saragih (53) pengendara becak motor warga Jl. Pelajar Gang Keluarga Medan, Lukas Samosir (23) pengendara becak bermotor warga Jl. Pasar III Darussalam dan Sumiarni (23) warga Jl. Medan- Binjai yang ketika kejadian berboncengan dengan Sumiarja. Selain ketiga kendaraan tersebut, terdapat kendaraan lain yang ikut diseruduk Mercy C-200 yang dikendarai Hagania. Angkot yang dikemudikan Jefri Yolanda (29) dan sepeda motor Suzuki Thunder yang dikendarai Rajimot (34). (bay/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *