Harga Kopi Lintong Tetap Stabil

Ekonomi
Kopi-ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petani Kopi mengeluhkan harga kopi terus anjlok. Hal ini dikarenakan produksi biji kopi yang meningkat sehingga membuat stok banyak sementara permintaan tetap. Tetapi, hal tersebt tidak berlaku untuk Kopi Lintong asal Sumatera Utara. Harganya tetap stabil untuk diekspor kesejumlah negara di Asia dan Eropa.

Petani Kopi Lintong, Fransisca mengungkapkan turunnya harga kopi dari berbagai jenis, sudah terjadi sejak 1 bulan belakangan ini. “Harga Kopi Lintong kita tak berpengaruh, justru menjadi primadona di berbagai negara di dunia,” ungkap Fransiska kepada wartawan di Medan, Senin (28/10).


Di Indonesi sendiri terdapat 1,8 juta petani, termasuk di Sumut dengan mengambil andil dalam memunuhi pasokan kopi dunia. Kopi lintong asal Kabupaten Humbahas Hasundutan ini tetap menjadi idola di pasar ekonomi dunia karena kualitasnya.

Fransisca menjelaskan sejak dulu kopi lintong Sumut, memang menjadi pemasok kopi di gerai gerai kopi dunia, karenanya, kopi selalu dicari oleh buyer kopi dunia. Dengan kualitas citra rasa membuat kopi banyak peminatnya.

“Sejak dari dulu jauh sebelum kopi sekarang muncul, seperti Gayo misalnya. Kopi Starbuck seluruh dunia menggunakan kopi Lintong,” tutur Fransisca. Ia mengungkapkan Kopi Lintong terus memiliki harga yang tinggi di pasaran. Kalaupun ada tekanan, tidak akan membuat harga terlalu anjlok seperti saat ini yang terjadi untuk beberapa jenis kopi.

“Harganya sekitar lima sampai enam dolar per kilogramnya, kalau yang jenis spesial itu bisa 12 dolar per kilo gram, itu bisa dibandingkan dengan produk (kopi) lain,” kata Fransisca.

Hingga kini effect dari anjloknya harga biji kopi tidak dirasakan perkebunan Fransisca, setiap minggunya kebun kopi miliknya mengekspor kopi Lintong hingga 2 Ton ke negara negara seperti Jepang, Korea, Taiwan dan negara lainnya.

“Tapi kalau gabung sama punya teman bisa sampai lima ton per Minggu, kopi Lintong ini tetap primadona hingga kini, artinya buyer sering datang ke kita, bukan kita yang sibuk nawarin, mereka datang ke sini,” tutup Fransisca. (gus/ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *