Heli Puma TNI AU Hilang Kontak

Nasional

SENTANI, SUMUTPOS.CO – Hingga Minggu (30/11), tim gabungan dari TNI AU, AD dan Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap Helikopter jenis Puma milik TNI AU yang hilang kontak sejak Jumat (28/11) lalu.

Heli itu terbang dari Bandara Sentani pukul 13.26 WIT dan diperkirakan tiba di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang pada pukul 14.33 WIT. Namun, hingga pukul 16.15 WIT, heli tak kunjung tiba di tujuan. Nama-nama prajurit yang berada di dalam heli yakni Pratu Joko M, Prada Adek Ananda, Praka Gunawan, Pratu Dino, Serda Arman, Prada Setia, Sertu Nanang, Praka Ulil Amri, Prada Andra dan Praka Roy C Damanik.


Danlanud Jayapura Kolonel Pnb. I Made Susila A melalui Kepala Penerangan dan Pertustakaan (Kapentak) Lanud Jayapura Mayor Sus Juni Kurniawati SSos menjelaskan kalau sampai saat ini belum tahu keberadaan heli itu, namun informasi yang didapat semua penumpangnya selamat.

“Alhamdulillah semuanya selamat, baik crew dan pasukan yang ada di dalam heli Puma tersebut. Pasti mungkin ada yang luka berat dan luka ringan dialami oleh mereka,” jelas Kapentak Lanud Jayapura kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi Minggu (30/11).

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pasukan telah dikirim ke wilayah Batom yang merupakan wilayah paling dekat dengan Kiwirok lokasi jatuhnya Heli Puma tersebut.

“Kemarin (Sabtu”red) sudah ada pasukan yang diturunkan di Wilayah Batom, karena kami buka Pos di situ karena paling dekat dengan Kiwirok. Landingnya sendiri sebelum Kiwirok,” katanya.

Pihaknya menjelaskan bahwa tingkat kesusahan untuk mendapat informasi dari lokasi jatunya Heli diakui olehnya sangat susah sebab dengan keterbatasan peralatan yang ada sehingga alat yang digunakan untuk dihubungi tidak dapat maksimal.

“Kita bisa berhubungan karena ada Handphone satelit, itupun mereka harus menghemat baterai. Kalau sudah baterai mau habis langsung dimatikan,” paparnya.

Heli Puma itu, ujar Mayor Sus Juni Kurniawati sedang memabawa pasukan yang hendak digeser. “Heli Puma itu sedang memuat pasukan Yonif 133 sebanyak 10 orang dari Sentani ke Kiwirok hari Jumat kemarin, perjalanan sendiri ke Kiwirok ditempuh 1 jam kurang lebih pukul 14.30 WIT,” ujarnya.

Ditambahkannya, evakusi telah dilakukan sehingga dirinya meminta doa dari seluruh masyarakat supaya proses evakuasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Kapten Paskas juga turun, anak buah saya juga sudah turun. Di sini juga ada Komandan Lanud Atansanjaya, yang membawahi Skradron 6 yang menaungi Heli Puma ini di Bogor, hari ini juga Pakons AU 2 datang, tim dari Mabes sudah hadir dan kemarin sudah turun langsung beliau ” beliau itu langsung ke Pos kita di Bhatom itu. Di doain ya, supaya cuaca bagus kita bisa melakukan evakuasi semuanya korban dari Heli Puma tersebut,” ucap Mayor Sus. Juni Kurniawati kepada Cenderawasih Pos.

Untuk diketahui, Heli mengangkut 10 personel, dengan pilot Mayor Penerbang Apu Tarigan, co-pilot Pilot Letnan Satu Penerbang Surya Mega serta juru mesin 1, Lettu Tek Regvo, dan juru mesin 2, Peltu Hadi Siswanto.

Heli terbang dari Bandara Sentani pukul 13.26 WIT dan diperkirakan tiba di Kiwirok pada pukul 14.33 WIT. Namun, hingga pukul 16.15 WIT, heli tak kunjung tiba di tujuan.

Sebelum terbang ke Kiwirok, heli pada pagi harinya masih mengantar pasukan Yonif 133 Yudha Sakti/Padang dengan rute Sentani-Iwur-Sentani dengan lancar.” Di penerbangan kedua, heli baru kehilangan kontak dengan hanggar Heli Super Puma yang berada di Bandara Sentani.

Sempat ada komunikasi antara kru heli dengan hanggar Sentani menggunakan telepon genggam satelit, dan menginfokan jika pesawat mengalami oleng di ketinggian 4.500 feet di posisi menuju Kiwirok atau kurang lebih 18 mil sebelum Kiwirok.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, total beban angkut pada Heli H-3215 adalah 1.225 kg. Dengan rincian 10 personel, total berat badan adalah 984 kg dan logistik lainnya yang dibawa seberat 241 kg. (yud/fud)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *