Indonesia Belum Merdeka dari Tekanan Ekonomi dan Covid-19

Ekonomi

Catatatan HUT RI ke-75 Tahun

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Merayakan HUT ke 75 Republik Indonesia, ibu pertiwi tengah dihadapi dengan masalah hebat dari sisi ekonomi. Hal itu, tidak lepas dari imbas penyebaran COVID-19. Peringatakan hari kemerdekaan di tanah air dilakukan dengan sederhana dengan terus dihantui virus corona.

“Justru negara ini tengah dirudung masalah hebat dari sisi ekonomi. Perayaan yang sebelumnya selalu menjadi ajang pesta kemerdekaan. Justru saat ini tidak bisa dirayakan semeriah tahun-tahun sebelumnya. Hampir di setiap sudut aktifitas masyarakat, semuanya justru dilanda keprihatinan serta sikap waspada dari ancaman Covid-19,” ungkap Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Senin (17/8).


Perayaan HUT tahun ini, Gunawan Pemerintah Indonesia tengah berjuang memerdekakan diri dari kemungkinan ancaman resesi ekonomi serta penyebaran COVID-19 yang mewabah. Tatanan ekonomi masyarakat dalam kondisi yang sangat rumit saat ini.

“Menurunnya daya beli masyarakat ditambah dengan ketidakpastian ekonomi di masa yang akan datang. Membuat masyarakat terpaksa harus mengerem belanjanya,” jelas Gunawan.

Ia mengatakan aktifitas ekonomi yang masih terpapar COVID-19, uga membuat rancangan anggaran pemerintah di tahun mendatang masih penuh dengan ketidakpastian. Asumsi data ekonomi makro diletakkan tanpa memiliki pondasi yang kuat.

“Karena anggaran negara masih akan berpeluang terserap untuk menjaga daya beli masyarakat dalam bentuk bantuan sosial,” kata Gunawan.

Gunawan menjelaskan rasio hutang terpaksa harus dinaikkan, seiring dengan banyaknya sektor ekonomi yang terhenti serta terpuruknya target penerimaan pendapatan negara. Kondisi serba sulit seperti yang sekarang ini sebaiknya dimaknai sebagai upaya bagi semua pihak untuk bersikap dan bertindak realistis saat berhadapan dengan tekanan ekonomi.

“Masyarakat dapat melakukan upaya dengan memberlakukan kebijakan protokol kesehatan yang ketat, membuat pengeluaran rumah tangga yang prioritas, tidak mengalokasikan anggaran yang tidak perlu dan tidak urgen,” sebut Gunawan.

Bagi pelaku usaha, Gunawan berharap ada upaya untuk bertahan ditengah himpitan kondisi ekonomi yang serba sulit. Akan ada banyak pengusaha yang terpaksa harus melakukan efisiensi ditengah upaya bertahan saat pandemi.

“Iklim bisnis memang tengah tidak kondusif, tetapi bertahan di tengah kondisi sulit seperti sekarang akan membuat dunia usaha tetap memberikan kontribusi bagi ekonomi agar tidak terpukul signifikan dan justru menggiring kita masuk jurang resesi,” tutur Gunawan.

Bagi pemerintah, ia menilai pengeluaran prioritas juga perlu dilakukan dengan cara lebih memprioritaskan program penyelamatan ekonomi masyarakat. Anggaran memang masih dibutuhkan untuk bantuan sosial.

“Stimulus untuk industri (UMKM) juga dibutuhkan agar mesin ekonomi bisa tetap bergerak. Skala prioritas kebijakan saat ini bukanlah perkara mudah untuk diimplementasikan,” kata Gunawan.

Jadi di perayaan HUT RI ke 75, Gunawan mengajak semua bergerak untuk keluar dari ancaman resesi serta memerangi penyebaran Covid-19. Jangan sampai wabah ini justru tidak juga membuat seluruh pihak ‘merdeka’ di pearayaan HUT ke 76 nantinya.

“Memang kita berhadapan dengan ketidakpastian. Tetapi ketidakpastian ini sebaiknya kita minimalisir,” ungkap Dosen dari UIN Sumut itu.

Gunawan menambahkan harus menatap optimis bahwa ekonomi ke depan akan kembali pulih meskipun saat ini kita tengah mengalami kesulitan ekonomi.

“Kita harus yakin bahwa badai ini pasti berlalu, dengan menjalankan protkol kesehatan sehingga badai yang tengah berlangsung ini tidak berlarut larut. Jadi maknai HUT RI ke 75 ini sebagai perjuangan untuk melawan ketidakpastian ekonomi dan wabah penyakit,” pungkasnya. (gus/ram)

loading...