Inilah Tulisan Asli Indy di Facebook

Iptek Metropolis

.

Foto Indy BreFhi ChinuLingga di facebook. Ia mengungkapkan kronologi pemerasan terhadap TKI oleh petugas Imigrasi di KNIA.
Foto Indy BreFhi ChinuLingga di facebook. Ia mengungkapkan kronologi pemerasan terhadap TKI oleh petugas Imigrasi di KNIA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berikut tulisan asli Indy di Facebook-nya. Judulnya: “PETUGAS IMIGRATION BANDARA KUALA NAMO INTERNATIONAL MEDAN MOROTIN UANG PARA TKI ALASAN KTKLN”


Hari Sabtu, 17 Januari 2015 di Bandara Kuala Namo Internasional Medan. Hari ini aku mau berangkat ke Malaysia dari Bandara Kuala Namo Medan. Pas aku mau Chek In, aku dah nyerahin paspor & tiket aku. Setelah itu petugasnya tanya: Ada KTKLN? Lalu aku jawab: Tidak bawa. Bukannya KTKLN sudah tidak diberlakukan lagi? (Pak Jokowi sendiri yang bilang, KTKLN itu sudah ditiadakan).

Terus Petugasnya bilang lagi : KTKLN itu masih berlaku. Anda belum bisa chek in dan silahkan melapor ke bagian Imigration. Jangan khawatir nanti tidak ada biaya apa-apa kok. Setelah itu saya pergi lapor ke bagian imigration bahwasannya ingin memberi taukan kalau aku tak bawa KTKLN.

Nah…disitu, pihak imigrationnya ada ngisi borang dan kita di suruh tanda tangan. Disitu karena mengejar waktu, saya bilang ke petugas imigrationnya (ada 4 org disitu) tapi sya bicara sama yg ditengah: Pak, punya saya kan udah saya tanda tangani sudah siap, kenapa masih bapak tahan belum bapak kasih sama sya? Dia jawab : Tunggu dulu…biar diterangin. Ditunggu-tunggu tak ada pun dia cakap apa2.

Ehh ternyata…dia maunya uang. Aku liat temen yg lain pada kasi uang. Terus aja aku mikir, pantesan aja punya aku di tahan-tahan karna dia mau uang. Because of that, aku terpaksa ambil uang…pas dah diliatin kita pd dah pegang uang, baru dah tu paspor ama kertas yg sudah ditanda tangan di kasih. (TERNYATA PETUGAS IMIGRATION YANG ADA DI DEKAT TEMPAT CHEK IN MAUNYA UANG).

Setelah itu aku baru bisa Chek In. Abis itu aku lanjut lagi dah nak ke ruang tunggu. Sebelum itu kan ngelewetin petugas imigration lagi ni mau chek paspor. Disitu tuuuu kami di porotin lagi. Petugasnya bilang (sambil dikecilin suaranya) dia cakap gini : Kertas yg pink ini yang kamu dapat dari atas, ada stempel bertuliskan “Tidak bisa berangkat karna tidak ada KTKLN”.

Waduh…..apalagi nichh….aku mikir gitu. Tadi biar dapetin itu, kami harus bayar. Sekarang dipersulit lagi. Aku ngomong gitu aja sama petugas imigrationnya. Dia jawab lagi: Kalau kek gini kamu pergi tuh keruangan sana. Dia suruh kami masuk ke ruangan Supervisior Bag. Imigration. Disitu Bapake juga minta uang. Biar kami bisa berangkat.

Aku dah bilang sama bapake.. Pak, kami tadi diatas sudah kenak. Kenapa dibawah lagi kalian minta uang? lalu Bapake jawab : itu tidak berlaku. Lain kali langsung aja kesini. (Twing twiing…aku geram betul tu).

Abis itu aku bilang lagi : Pak..aku ni tak ada pegangan uang Rupiah lagi. Teris dia jawab, Ringgit juga nggak apa2. (JELAS KALI SEMUANYA KONG KALI KONG BIAR DAPETIN DUIT)
Pak Jokowi sendiri yang udah mengumumkan KTKLN itu sudah tidak diperlakukan lagi. Karna banyak TKI yang mengadu kalau Petugas imigration memanfaatkan KTKLN buat dapetin uang dari para TKI. Dan itu memang benar. Petugas petus seperti ini memang harus diberikan sanksi. Kenapa selalu mempersulit TKI. Alasan KTKLN begini begono..padahal mereka hanya ingin mendapatkan uang. (cr1/trg)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *