Institut Kesehatan Helvetia (IKH), Institusi Bidang Pendidikan Kesehatan Ikut Serta dalam Usaha Pencegahan Penularan Covid-19

Pendidikan

PENYULUHAN edukasi berprilaku hidup bersih dan sehat mengantisipasi Covid-19 digelar Kantor Kelurahan Sekip yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Bestari, Kecamatan Medan Petisah, Senin (27/7). Tim pengabdian dosen terdiri dari Ir Neni Ekowati Januariana MPH, Dr. Asriwati S.Kep.,Ns., S.Pd., M.Kes dan Endang Maryati, SKM.,M.Si. Para dosen dibantu sjumlah mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat IKH.

IKH Edukasi Antisipasi Covid 19 di Wilayah Kerja Puskesmas Bestari.

Pandemi virus corona termasuk Indonesia yang telah merenggut lebih 7.505 nyawa di dunia. Virus ini menular dengan sangat cepat dan bisa menyerang siapa saja, baik lansia (lanjut usia), dewasa, remaja, anak-anak dan bayi. Termasuk juga para ibu hamil dan ibu menyusui.


Sampai saat ini. kata Neni Ekowati Januariana, belum ada obat maupun vaksin untuk mencegah infeksi virus corona atau Covid-19 ini. Cara pencegahan terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor penyebab infeksi virus. Diantaranya rutin mencuci tangan dengan air dan sabun (hand sanitizer) terutama setelah beraktifitas di luar rumah atau tempat umum.

Kemudian jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat seperti menkonsumsi makanan yang bergizi, berolah raga secara rutin, beristirahat yang cukup dan mencegah stres. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersindan. Buang tisu ke tempat sampah, jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan termasuk kebersihan rumah.

Penyuluhan tentang Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada perorangan, keluarga dan kelompok masyarakat dilakukan dengan memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku. Kedepan, kata Neni Ekowati Januariana, masyarakat sadar dengan mau dan mampu mempraktikkan PHBS.

Hal ini, menurut Neni Ekowati Januariana di Medan, Kamis (3/8), dilakukan dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan melalui pendekatan pimpinan (advokasi), bina sosial (sosial support) dan pemberdayaan masyarakat (empowerment).

Neni Ekowati Januariana juga memaparkan bahwa ada lima tatanan PHBS yaitu PHBS rumah tangga, PHBS sekolah, PHBS tempat kerja, PHBS sarana kesehatan dan PHBS tempat-tempat umum. Dalam penyuluhan ini diberikan materi tentang PHBS rumah tangga dengan membagikan brosur yang berisikan spuluh indikator PHBS rumah tangga untuk mencapai rumah tangga sehat.

Yaitu persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI selama enam bulan (ASI eksklusif), menimbang bayi dan balita setiap bulan, menggunakan air bersih dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.Selanjutnya menggunakan jamban sehat (WC), memberantas jentik nyamuk di rumah, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah.

Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar karena didukung seluruh sivitas akademika IKH, aparat desa dan masyarakat Kelurahan Sekip beserta petugas kesehatan dari Puskesmas Bestari. Untuk itu, ia berucap terima kasih kepada seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan IKH. (dmp)

loading...