Site icon SumutPos

ISIS Menang Lagi, Jemput Tentara dari Rumah-rumah Penduduk…Dor! Dor!

Foto: Karim Kadim/AP Photo Bocah Iraq berlari sambil menangis lewat jembatan Bzebiz ketika pertempuran pecah di Ramadi.
Foto: Karim Kadim/AP Photo
Bocah Iraq berlari sambil menangis lewat jembatan Bzebiz ketika pertempuran pecah di Ramadi.

DAMASKUS, SUMUTPOS.CO – Peluang bagi Islamic State (IS) untuk menduduki Iraq dan Syria kian besar. Kamis petang (21/5) mereka kembali mendulang kemenangan yang membuat banyak pihak ketir-ketir.

Militan yang lebih dikenal dengan Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) itu berhasil mengontrol seluruh area perbatasan, mulai Al-Tanaf sampai Al-Walid. Area tersebut merupakan jalan besar yang menghubungkan Baghdad, Iraq, dan Damaskus, Syria.
Dengan dikuasainya area dari Al-Tanaf hingga Al-Walid, berarti pemerintah Iraq dan Syria kini tidak lagi memiliki kontrol apa pun di area perbatasan. Satu-satunya area perbatasan kedua negara yang tidak dikuasai ISIS berada di bagian utara yang kini diduduki penduduk Kurdi.
Kemenangan berturut-turut ISIS itu membuat penghancuran mereka kian sulit. Saat ini ISIS mengontrol lebih dari 95 ribu kilometer persegi wilayah Syria. Area tersebut setara dengan separo dari keseluruhan luas Syria.
ISIS mendominasi Provinsi Deir al-Zour dan Raqqa. Mereka juga menguasai sebagian besar area Hasekeh, Aleppo, Homs, dan Hama. Area-area itu sangat strategis di Syria.
Aktivis HAM Bebars al-Talawy mengungkapkan bahwa Jumat (22/5) tentara ISIS belum menjamah peninggalan bersejarah di kota kuno Palmyra. Namun, ISIS langsung menunjukkan kekejamannya pasca berkuasa. Mereka menyisir Palmyra dan membunuh setidaknya 280 orang tentara dan pasukan pro-pemerintah.
Ketika Palmyra jatuh ke tangan ISIS, seluruh pasukan pemerintah dan tentara yang mendukung bersembunyi dan berbaur dengan penduduk sipil. Namun, ISIS menggunakan pengeras suara dan berkeliling mengancam para penduduk agar tidak menyembunyikan mereka.
’’ISIS menjemput tentara dan pasukan pro-pemerintah dari rumah-rumah mereka, toko-toko, dan tempat persembunyian yang lain. Banyak di antaranya yang ditembak di jalanan,’’ ujar Al-Talawy. Dia menegaskan, sangat mungkin target ISIS selanjutnya adalah pangkalan udara Tayfour di dekat Palmyra.

Di Iraq, ISIS kini juga terus mengerahkan kekuatan penuh agar area kekuasaan mereka bertambah. Setelah menguasai kota terbesar Iraq, Ramadi, kini mereka terus mendesak ke Lembah Efrat menuju Habbaniya. Kemarin mereka berhasil menguasai kota kecil Husseiba yang terletak 7 kilometer dari Ramadi.
’’Kami tidak mendapatkan bantuan pasukan dari pemerintah. Tentara kami berperang hingga peluru yang terakhir dan beberapa di antara mereka tewas,’’ ujar Sheikh Rafie al-Fahdawi, salah seorang pejuang lokal di wilayah tersebut.
Jatuhnya Husseiba bakal membuat jalan ISIS untuk menguasai Kota Habbaniya kian dekat. Habbaniya adalah kota yang cukup strategis. Di sana ada pangkalan militer yang masih dikuasai pemerintah. Jarak Husseiba ke Habbaniya hanya 5 kilometer. ’’Situasi saat ini sangat kritis. Ini masalah yang sangat besar,’’ tegas Al-Fahdawi.
Jika ISIS juga merebut Habbaniya, langkah mereka untuk menguasai Kota Falluja tinggal sepelemparan batu. Falluja adalah kota yang dekat dengan Baghdad. Saat ini Falluja dikuasai militan Suni.
Wakil Perdana Menteri Iraq Saleh al-Mutlaq meminta bantuan dari dunia internasional untuk mengalahkan ISIS. Dia menegaskan bahwa saat ini memerangi ISIS bukanlah masalah pemerintah lokal saja. Melainkan masalah seluruh dunia.
’’Seluruh dunia akan menghadapi bahaya jika tidak ada strategi yang jelas untuk memerangi ISIS,’’ ujarnya. (AFP/AP/BBC/sha/c6/ami)

Exit mobile version