Jadikan Doa Berdampak Positif Dalam Masyarakat

Mimbar Minggu

Adolfina Elisabeth Koamesakh MTh MHum, Dosen STT Paulus Medan

Berdoa sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Doa adalah nafas orang kristen. Tuhan Yesus telah menjadi teladan dalam berdoa (Matius 1 :35). Dia berdoa senantiasa dan berdoa juga untuk pagi, siang dan malam. Selain itu mengajarkan doa bapa kami dalam Matius 6 : 9. Dalam ajarannya Tuhan Yesus selalu mengajarkan umatnya untuk tetap berdoa dalam roh dan kebenaran Efesus 6 : 18.


Selain itu tanda akhir zaman telah nyata dalam Matius 24 : 42 ditegaskan agar berjaga dan selalu berdoa dalam mengadapi zaman yang akhir ini. Dia mengajarkan kita agar berdoa tidak bosan dalam memohon jawabannya. Bila kita ingin pemulihan rohani maka berdoalah dengan sungguh-sungguh dengan iman percaya.

Doa juga sebagai penggerak dalam kehidupan masyarakat. Diharapkan melalui doa terjadi gelombang baru perubahan dan kebangunan rohani di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dosen Sekolah Tinggi Theologia (STT) Paulus Medan : Adolfina Elisabeth Koamesakh, MTh, MHum menanggapi dampak positip yang sebaiknya terjadi di masyarakat pasca Hari Doa Sedunia 2012 di Sumut di ruang kerjanya di kampus STT Paulus, kawasan Prumnas Simalingkar, Medan, kemarin.

Dijelaskan Pengkotbah di gereja dan Pembicara dalam berbagai seminar ini, doa berperan penting dalam menggerakkan sendi-sendi kehidupan masyarakat, melalui doa maka pembangunan dalam masyarakat akan berhasil dan tentunya didukung pula dengan usaha dan kerja keras segenap elemen masyarakat dan pemerintah. Dan doa juga sebagai penggerak pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu dalam menyukseskan pendidikan masyarakat, peranan doa orangtua sejak dini sangat diharapkan. “Saya teringat lagu Di doa Ibuku, namaku disebut seperti yang dinyanyikan oleh Nikita, bagimana peranan doa Ibu begitu dirasakan oleh anak-anaknya. Orangtua memiliki peranan penting dalam mendidik anak-anaknya dalam berdoa sejak kecil. Anak saya sejak kecil sudah dididik untuk berdoa dan mengandalkan Tuhan. Puji Tuhan, anak sulung saya : Sotiria Manalu sedang menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran UMI Medan dan putri bungsu : Angela Manalu menyelesaikan pendidikan di Kelas 6 SD dan sedang mengejar cita-cita menjadi bisnis women. Ini semua berkat doa dan pengharapan pada Tuhan, urai isteri Pater Dr CP Manalu MTh, Pimpinan Gereja Ortodox Indonesia ini dalam kesaksiannya. (rs/tms)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *