Jaga Dominasi

World Soccer

Manchester City vs Reading

BAK kuda pacu, Manchester United dan Manchester City beradu cepat untuk bisa mengumpulkan poin terbanyak agar bisa tampil sebagai pemuncak klasemen di akhir kompetisi nanti.


Penyebabnya, apalagi kalau bukan selisih pon di antara kedua tim yang hanya terpaut enam angka. Peraih 19 trofi Liga Inggris, Manchester United masih kokoh di peringkat pertama dengan poin 42, sementara City (sebutan Manchester City) baru mengumpulkan poin 36.

Tak pelak, bagi City semua pertandingan wajib dimenangkan  agar tetap bisa menjaga jarak atas United, atau syukur-syukur bisa menyalip sang rival.
Salah satu laga yang wajib dimenangkan adalah saat menjamu tim penghuni dasar klasemen Reading di Etihad Stadium, malam ini.
Bagi pelatih Manchester City Roberto Mancini, laga ini akan menjadi ajang penegasan jika The Citizens (julukan lain  Manchester City) telah kembali ke trek sebenarnya, usai melakoni tiga laga tanpa kemenangan (Lihat Grafis).

“Saya berharap kemenangan 3-1 yang diraih atas Newcastle United pada akhir pekan lalu menjadi momentum kebangkitan tim ini menatap laga-laga berat berikutnya,” bilang Roberto Mancini.

Harapan Mancio (panggilan akrab Roberto Mancini) untuk meraih poin sempurna atas Reading sesungguhnya bukan sebuah sesumbar belaka. Selain memiliki materi pemain yang setingkat lebih bagus di banding calon lawannya, City juga memiliki catatan yang sangat apik setiap kali menjamu Reading. Bayangkan dari 5 kali menjamu Reading, City menang 3 kali, sekali bermain imbang dan hanya kalah sekali.

Bisa jadi, hanya komposisi pemain City yang tak komplet yang bisa membuat Brian McDermott sedikit tersenyum menatap pertandingan ini. Nah, bukan rahasia umum jika pertahanan City kerap berubah rapuh bila tanpa sang kapten Vincent Kompany.

Ya, malam ini Kompany terancam absen menyusul cedera hamstring yang dialaminya. Selain centre bek asal Belgia itu, City juga bakal kehilangan dua bek Kolarov dan Micah Richards.

“Ini berat karena sebelumnya kami telah kehilangan Samir Nasri, Jack Rodwell dan James Milner. Saya harap kami masih bisa melakukannya lagi,” harap Mancio.

Terkait calon lawannya nanti Mancio menyebut jika Reading bukan lawan yang gampang ditaklukkan. Itu mengacu pada dua pertemuan terakhir di ajang Premier League, saat City hanya mampu menang 1-0 di laga home, namun takluk 0-2 saat bertandang ke markas Reading pada musim 2007/08.
“Kami ingin menyulitkan mereka. Selalu ada energi berlebih setiap kali menghadapi mereka. Apalagi kami telah bertekad untuk keluar dari zona degradasi,” tandas Brian McDermott, pelatih Reading.

McDermott boleh saja sesumbar, hanya saja dirinya pun tak dapat menampik fakta jika konidisi terkini The Royals (julukan Reading) sedang jeblok. Ini bisa dilihat saat tim itu selalu kalah pada enam pertandingan terakhir yang telah dilalui.

Pun demikian, bagi Anda yang menjadi fans The Citizens, apa yang dialami The Royals saat ini tak memberi jaminan jika tim favorit Anda bakal berpesta gol di Etihad Stadium.

Fakta membuktikan, meski City terlihat sangat dominan atas The Royals, namun sejak pertemuan pertama kedua tim yang berlangsung pada 15 Oktober 1996 hingga pertemuan terakhir yang berlangsung di pentas FA Cup pada 13 Maret 2011, diperoleh fakta jika City tak pernah menang lebih dari satu gol atas lawannya itu. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *