Jalan Amblas Kerap Terjadi di Medan

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belakangan ini jalan amblas di Medan mulai marak terjadi di sejumlah titik, dengan kedalaman yang beragam. Sebut saja di Lapangan Merdeka Kesawan, dan di Jalan Jamin Ginting Pasar pasar tiga Padang Bulan.

Ilustrasi

Tidak hanya itu, bulan Juli 2019 lalu jalan amblas sedalam empat meter di jalan Perintis Kemerdekaan juga meresahkan warga. Kali ini baru terjadi jalan amblas persis di depan kantor DPRD Kota Medan, yang berhadapan yang Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Kecamatan Medan Petisah. Pantauan, jalan amblas tersebut memiliki kedalaman kurang lebih satu meter dan telah diberi tanda sebatang kayu, agar para pengendara dapat berhati-hati berjalan di lokasi tersebut.


Tidak berjarak jauh, dua lubang lainnya juga terlihat di sekitaran jalan tersebut. Menurut penuturan seorang satpam penjaga gerbang DPRD Medan, lubang tersebut baru kelihatan pagi tadi, sementara dua lubang lainnya yang tidak begitu lebar sudah ada sejak beberapa minggu lalu.

“Semalam enggak ada ini, baru tadi pagilah nampak kayak gini, mungkin kejadiannya tadi malam, makanya dikasi tanda supaya pengendara yang lewat nampak, tapi kalau dua lobang yang ini udah lama,” katanya, Rabu (7/10).

Dikatakannya, beberapa minggu lalu dua lubang tersebut masih kecil, namun belakangan mulai melebar sehingga diberi tanda agar pengendara dapat berhati-hati.

“Dulu yang dua ini awalnya kecil ini, tapi lama kelamaan makin lebar, makanya dikasi tanda supaya pengendara enggak ke pinggir kali lewatnya, tapi kalau yang besar ini baru tadi, enggak tau juga kenapa begini,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Zulfansyah Ali Saputra mengatakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan. Menurutnya, maraknya jalan amblas di Medan bisa dikarenakan beberapa hal.

“Ya banyak faktor penyebab jalan amblas, seperti akibat gerusan air bawah tanah atau ada pipa di bawah tanah yang bocor, mengakibatkan tanah tergerus dan berdampak pada lapisan atasnya menjadi kopong, sehingga bangunan atau jalan yang ada di atasnya bisa amblas,” katanya. Selain itu, katanya, intrusi air dari laut atau sungai yang menggerus perkuatan tanah di sisi jembatan juga bisa membuat jalan amblas. “Yang lama kelamaan bisa menggerus tanah di sekitarnya, kebetulan lokasi amblas itu di dekat jembatan,” ucapnya. Tidak hanya itu, Zulfansyah mengatakan alasan lainnya bisa juga karena galian kabel optik, PLN, atau pipa PDAM yang kurang baik pemadatannya.

“Kemungkinan lain bisa juga akibat galian kabel optik, PLN, atau pipa PDAM yang kurang baik pemadatannya, sehingga ketika lapisan bawahnya sudah turun bagian atasnya menjadi kopong, demikian kemungkinan-kemungkinannya,” katanya. (trb/ila)

loading...