Jalan Nasional di Kota Medan Segera Diperbaiki, Totalnya 70.572 Meter

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution berkoordiasi dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) untuk memperbaiki jalan nasional di Kota Medan. Totalnya, sekitar 70.572 meter. Koordinasi ini dilakukan Bobby saat Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR melakukan kunjungan kerja (kunker), baru-baru ini.

TINJAU: Wali kota Medan Bobby Nasution mengendarai motor bersama rombongan, saat meninjau salah satu jalan rusak di Kota Medan.

Adapun ruas jalan nasional yang berada di Kota Medan yakni Jalan Gagak Hitam/Jalan Setia Budi, Jalan Binjai Raya/Jalan Gatot Subroto dan Jalan AH Nasution. Kemudian, Jalan Ngumban Surbakti/Jalan Letjend Jamin Ginting, Jalan Pertahanan, Jalan Asrama, Jalan Krakatau, Jalan Pertempuran/Fly Over Brayan, Jalan KL Yos Sudarso/Jalan Veteran-Marelan Sp Kantor serta Jalan Sisingamangaraja.


Lalu, Jalan Helvetia/Jalan Pertempuran, Jalan Kapten Sumarsono, Jalan Krakatau Ujung, Jalan Kolonel Bejon, Jalan Letda Sudjono juga Jalan Medan-Belawan. Total panjang jalan nasional yang ada di Kota Medan tersebut sekitar 70.572 meter.

Bobby memastikan, bahwa jalan-jalan nasional tersebut akan diperbaiki 100 persen oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Bahkan, bukan hanya perbaikan, perawatan berkala juga akan dilakukan pada jalan nasional guna menjaga kondisinya.

“Jalan nasional yang ada di Kota Medan telah dipastikan akan diperbaiki 100 persen oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.  Alhamdulillah, bukan cuma diperbaiki tapi juga akan dirawat berkala, karena banyak yang mudah rusak walau sudah dibenahi. Untuk itu, nanti dikaji juga apa masalahnya. Kalau drainasenya bermasalah, itu juga akan diperbaiki,” kata  Bobby Nasution.

Tak hanya itu, Bobby menyampaikan program dan keinginannya untuk membangun dua underpass guna mengurangi kemacetan di kota terbesar ketiga di Indonesia ini. Adapun lokasinya yakni di Jalan Gagak Hitam dan Simpang Dobi, Kecamatan Medan Deli.

“Insya Allah kita akan bangun dua underpass di 2023. Pertama di Jalan Gagak Hitam.  Namun, nanti harus melewati kajian terlebih dahulu agar rencana tersebut berjalan maksimal. Pengkajian juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya banjir. Untuk itu perlu kajian agar ada alur air ke Sungai Bedera sehingga akan kolaborasi penuh dengan BWS. Kedua, di Simpang Dobi akan kita bangun juga underpass dan sudah disetujui dengan tahapan pelebaran jalan pada tahun 2022 karena sifatnya mengatasi bottle neck atau penyempitan,” paparnya.

Sementara itu, rencana perbaikan 100 persen jalan nasional dan pembangunan dua underpass mendapat apresiasi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area (FISIP UMA), Dadang Darmawan Pasaribu MSi. Sebab, persoalan infrastruktur, terutama jalan memang menjadi prioritas yang dibutuhkan warga untuk ditangani Bobby Nasution. “Melihat  upaya yang telah dilakukan Pak Wali, tampaknya semua itu akan terealisasi,” ujar.

Bahkan, kata Dadang, sejak awal semua orang yakin betul bahwa kekuatan Bobby Nasution yang terlihat adalah komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat. “Kemampuan berkomunikasinya dengan baik memberikan hasil. Banyak komitmen yang diperoleh Kota Medan dari pemerintah pusat, terutama perbaikan infrastruktur jalan, termasuk perbaikan jalan nasional di Kota Medan,” tambahnya.

Dadang berharap, khusus untuk jalan provinsi maupun jalan kota yang menjadi tanggung jawab Pemko Medan, Bobby Nasution diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemprov Sumut dengan mengkonsolidasi APBD Kota Medan untuk perawatan jalan di ibukota Provinsi Sumut tersebut. “Banyak masyarakat yang  menantikan dilakukannya perawatan jalan,” pungkasnya.

Sedangkan Dosen Prodi Ilmu Politik, FISIP, USU, Indra Fauzan, SHI. M.Soc.Sc.PhD, sependapat Menurutnya, salah satu yang terpenting dari seorang pemimpin adalah kemampuan berkomunikasi sehingga aspek diplomasi dan lobbying ini sangat penting dimiliki oleh setiap pemimpin.

“Ibarat kata kepala daerah juga adalah seorang marketing, saya rasa Wali Kota Medan memiliki nilai itu, karena hasil komunikasi dan tentunya bagaimana meyakinkan pihak pusat untuk bisa melakukan pembenahan jalan nasional yang ada di kota Medan,” kata Indra Fauzan. (map/ila)

loading...