Jangan Icam Donk Frend…

Xpresi

What is a friend? Apa atau siapa sih teman itu? Menurut Aristoteles sih a single soul in two bodies. Whew! Sebegitu berharganya seorang teman sampai diibaratkan sebagai satu jiwa dalam dua tubuh.

Mempunyai teman dan sahabat yang baik memang asik, apalagi jika dia juga pengertian dan penuh perhatian. Tak salah jika banyak teman memberikan perhatian lebih padamu, itu karena kamu the best friend ever bagi mereka.
Bagaimana kamu memperlakukan teman, begitulah yang kamu peroleh. Semakin kamu care, maka semakin care juga mereka padamu. Tapi, pernahkah kamu berada di posisi ingin menolong teman, namun malahan berakhir disangka ikut campur masalah orang?


Terkadang jika kamu terlalu “dalam” mencampuri urusan atau masalah malah bisa berakibat fatal dan disangka icam alias ikut campur.

Nah, perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari perduli dan ikut campur. Ikut campur lebih ke arah mempengaruhi serta memberikan komentar cukup keras atau ekstrim kepada permasalahan yang ada.  Sedangkan perduli, bersifat lebih halus serta tidak ada unsur mempengaruhi, hanya memperingati. Perduli kepada teman juga bisa berarti kamu ingin yang terbaik kepada teman kamu, sedangkan ikut campur bisa menjadi bumerang dalam hubungan kalian.
Yuk kita tanya tanya sobat Xpresi (sobeX) soal masalah ini. Ternyata, pengakuan sobeX melalui polling, mereka mengaku punya teman yang suka ikut campur urusan orang lain (68 persen). Sisanya, (32 persen) tidak punya teman seperti itu.

Perasaan sobeX ketika temannya selalu ikut campur masalah pribadinya, ada yang ngerasa kesal banget (40 persen), ada yang ngerasa biasa aja alias cuek dengan kelakukan temannya itu (40 persen) dan malah ada yang ngerasa senang karena berarti ada yang peduli (20 persen).

Lalu, reaksi sobeX bila teman suka ikut campur, mulai dari dicuekin aja (20 persen), dinasehatin supaya gak ikut campur lagi (58 persen) dan dimarahin atau diingati (22 persen).
Kayak pengakuan Leonardo L Gaol, siswi SMA Telkom ini. “Aku pernah punya teman yang suka banget ikut campur masalahku. Aku sih nanggepinnya biasa aja walaupun sedikit kesal. Yang penting berteman baik aja,” ujarnya.
Kalau Hana Ningsih Pasaribu dari sekolah yang sama juga sebel banget sama teman yang suka mencampuri urusannya. “Ada masalah privasi yang nggak boleh dicampuri.  Walaupun teman, tapi kalau ikut campur masalah privasi gak bisa dibiarkan gitu aja. Harus diingatkan, bila perlu dijitak kepala, hihihihi,” ujarnya. (ila/tim Xpresi)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *