Jelang Perempat Final Piala AFC U-19, Indra Sjafri ‘Mata-matai’ Jepang

Olahraga
PANTAU: Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri memantau pertandingan Jepang U-19 di penyisihan grup B jelang perempat final Piala AFC 2018, Minggu (28/10).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas U-19 Indonesia sukses melangkah ke perempat final Piala AFC usai mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor tipis 1-0 di fase penyisihan grup A. Gol Witan Sulaeman ke gawang UEA pada menit ke-23, Rabu (24/10) malam lalu, menempatkan Indonesia sebagai runner-up grup A Sedangkan juara grup ditempati Qatar yang mengalahkan China Taipe 4-0.

Sukses ini sekaligus mengakhiri penantian Timnas U-19 yang tak pernah lolos di fase knockout selama 40 tahun. Terakhir kali Timnas U-19 menembus fase knockout adalah, pada edisi 1978 silam.


Namun, lawan berat sudah menghadang Timnas U-19 di perempat final. Tim asuhan Indra Sjafri itu harus menghadapi Jepang U-19. Jepang U-19 sudah memastikan statusnya sebagai juara grup B, meski mereka masih menyisakan satu laga di penyisihan grup. Bentrok timnas melawan Jepang akan berlangsung di SUGBK pada Minggu malam mendatang (28/10). Jika bisa mengalahkan Jepang, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan dipastikan tampil di ajang Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan.

Skuad muda Jepang bisa menjadi ancaman bagi Garuda Nusantara. Karenanya, pelatih Indra Sjafri akan menyiapkan strategi secara detil untuk menghadapi Jepang. Dia menyadari sang calon lawan tak akan mudah untuk ditaklukkan. Terlebih, Jepang pernah menaklukkan Indonesia 4-1 dalam uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 25 Maret 2018 lalu.

Namun, dalam laga itu Timnas U-19 Indonesia belum ditangani oleh Indra Sjafri. “Ya kami pernah kalah dalam laga persahabatan melawan Jepang. Kami tentu akan siapkan strategi dan menghitung menit per menit melawan mereka,” ungkap Indra Sjafri.

Eks pelatih Bali United tersebut rencananya akan memantau langsung pertandingan Jepang versus Irak dalam laga pamungkas Grup B. Hal itu untuk mengetahui pasti gaya bermain sang calon lawan. “Saya akan memantau langsung permainan Jepang di Pakansari. Baru, kemudian kita harus cari tahu bagaimana menang lawan mereka,” tandas dia.

Dia juga mengakui, laga Rabu (24/10) malam lalu itu bukanlah penampilan terbaik dari anak asuhnya. Harapannya, penampilan terbaik itu muncul ketika melawan Jepang. ’’Besok (hari ini) saya lihat dulu siapa yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu atau cedera, tapi kami masih punya stok pengganti. Selanjutnya kami akan membuat game plan melawan Jepang,’’ ungkapnya.

Witan Sulaeman yang jadi pahlawan saat melawan UEA berjanji akan habis-habisan melawan Jepang. “Tinggal sedikit lagi ke piala dunia. Kami semua pasti akan lakukan yang terbaik,” tutur Witan. (rid/bas)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *