Jinakkan Ducati

Metropolis

PHILLIP ISLAND- Valentino Rossi mengaku masih kesulitan beradaptasi dengan Ducati. Jika hal ini berlanjut hingga akhir musim, peraih sembilan titel juara dunia ini terancam mengukir rekor terburuk dalam kariernya.
Sejak memutuskan bergabung dengan pabrikan Italia pada tahun ini, Rossi memang belum juga mampu menjinakkan ‘liarnya tenaga desmosedici’ yang jadi tunggangan barunya.

Tak pelak, hasil buruk pun terus menghinggapi juara dunia MotoGP tujuh kali ini.
Dari 15 seri yang telah dilakoni sepanjang musim ini, The Doctor belum sekalipun mencicipi podium pertama. Prestasi terbaik pembalap veteran Italia ini hanya podium tiga di seri Le Mans, Prancis.


Kini, musim balap 2011 hanya menyisakan tiga seri. Jika tak juga mampu meraih kemenangan di GP Australia, Malaysia dan Valencia, rekor mentereng Rossi pun terancam tercoreng.

Ya, sejak terjun ke dunia balap motor pada 1996, Rossi diketahui tidak pernah absen naik podium pertama di tiap musim yang diikutinya, baik di kelas 125 cc, 250 cc hingga kelas paling elite MotoGP.

Prestasi terburuknya di kelas MotoGP terjadi pada musim 2010 lalu, di mana dia hanya dua kali memenangi seri balapan. Namun, itu pun karena dia sempat cedera dan absen di tiga seri. Sementara dalam debutnya di kelas 125cc, Rossi sukses meraih satu kemenangan.

Nah, di musim ini bersama tim barunya, Ducati, grafik performa Rossi justru menurun drastis. Rossi mengaku “tidak bisa menang” karena masih sibuk mengutak-atik motornya agar lebih mudah dijinakkan. Rossi juga enggan dibandingkan dengan Stoner yang sukses membawa Ducati juara dunia pada 2007 lalu, dan tampil cukup kompetitif di tiga musim berikutnya sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Repsol Honda.

“Stoner memodifikasi settingan dan dia memacu motor seperti setan. Dia mencatat hasil cukup bagus musim lalu karena tampil tanpa beban. Ini bukan kritikan buat Stoner, karena untuk saat ini saya akui saya belum bisa melakukan hal seperti yang dilakukannya ketika masih di Ducati,” kilah pembalap 32 tahun ini.

Performa buruk Ducati bersama Rossi ini pun membuat Stoner bingung. Pembalap yang berpotensi besar merebut gelar juara dunia musim ini di seri kandangnya, GP Australia ini menilai ada ketidakberesan dalam tubuh Ducati.
“Saya menggunakan empat sasis selama empat tahun di Ducati. Sementara Rossi sudah melakukan banyak pergantian (sasis) tahun ini dan Ducati juga sudah mengeluarkan banyak uang, tapi tanpa hasil. Ada sesuatu yang aneh. Ini sesuatu yang harus diantisipasi dari sekarang,” pungkas Stoner sebagaimana dikutip Stuff.co.nz, Rabu (12/10)

Selain itu, Valentino Rossi juga gagal  finis di Motegi dan bahkan harus mengakhiri balapan dengan dini. Ia terjatuh di lap pembuka, yang mana membuat jarinya juga cedera. “Di Motegi, kendati hasil di balapan dan konsekuensi dari hal itu, ada sejumlah aspek positif,” tambah Rossi.(net/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *