Kades Sosorlontung Dituding Ganti Penerima BPNT

Sumatera Utara

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Desa (Kades) Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Budi Manullang, dituding melakukan tindakan semena-mena pengusulan pergantian penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dari pemerintah.

WARGA PROTES: Nurdin Malau (dua kiri) dan kawan-kawan warga Desa Sosorlontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi yang protes penerima BPNT.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Tudiingan itu disampaikan sejumlah warga Desa Sosorlontung antaralain, Nurdin Malau (51) warga Dusun 8, Samsudin Munthe (63) mewakili istrinya Sintauli Purba sebagai penerima seperti tertera dalam dokumen daftar penerima bantuan warga Dusun 9, Sinar Berutu (42) mewakili istri Rennawati Tumanggor warga Dusun 9, Ramot Rajagukguk (49) mewakili istri Lismawan Hutasoit warga Dusun 4.


Selanjutnya, Juniarto Sitanggang (45) mewakili istrinya, Aslin Mawar Siburian warga Dusun 1, Sodugaaon Sigalingging mewakili istrijya Esrana Gurning wrga Dusun 1, Alpin Simanullang mewakili istrinya Resta Sinaga, Rusdorlina Sinambela (42) wrga Dusun 8 serta lainya yang diklaim mereka yqngbdisulkanndigantinsebagai penerima BPNT berjumlah 34.

Kepada wartawan, Selasa (19/10) masyarakat Desa Sosorlontung yang namanya diusulkan diganti sebagain penerima BPNTmengaku, sangat keberatan terhadap kebijakan semenamena oleh Kades.

Menurut warga, mereka masih layak mendapat bantuan dengan berbagai tolak ukur kemampuan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari keluarga.

Rusdorlina dan kawan-kawan mengatakan, warga yang diusulkan diganti sebagain penerima BPNT tidak tepat, karena mereka masih sangat layak mendapatkan bantuan pangan dimaksud. Menurut warga, usulan pergantian nama penerima BPNT tidak pernah diberitahu kepada warga.

“Kami mengetahui, nama kami mau diganti sebagai penerima BPNT baru minggu lalu dan tidak ada pemberitahuan resmi dari kantor kades,” jelas mereka. Rusdorlina mengaku, seorang janda punya 4 anak. Dia honorer SD di desa itu.

Ia juga mengaku, sebagai penggantinya dialihkan kepada salah satu keluarga yang tergolong mapan yakni memiliki bengkel. Bahkan lanjut Rusdorlina, ada lagi warga yang diusulkan diganti oleh kades yakni, Nurita Sinambela anaknya lagi dirawat dirumah sakit ikut diganti.

Menurut warga, pergantian penerima BPNT dilakukan kades, katanya, karena mereka sudah menolak bantuan itu.

“Dapat kami sampaikan, bahwa kami sebanyak 34 orang yang sudah didata untuk diganti, tidak pernah menolak bantuan itu. Dan kami tidak pernah membuat pernyataan, menolak BPNT,” ujar Nurdin dan lainya.

Kami menuding, nama kami diganti sebagai penerima BPNT diduga ada unsur politik. Karena desa kami juga ikut melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, 25 November 2021 mendatang. “Tetapi, kami sangat keberatan diganti sebagai penerima BPNT,” imbuh warga.

Terpisah, Kepala Desa Sosorlontung, Budi Manullang dikonfirmasi, Selasa (19/10) mengakui, ada mengusulkan 19 nama penerima BPNT ke Dinas Sosial supaya diganti. Menurut Budi, nama-nama yang diusulkan diganti itu sudah lama sebagai penerima BPNT.”Itu masih sebatas pengusulan,” katanya.

Saat ditanya, apakah pergantian nama penerima ada kaitan dukung mendukung dalam gelaran [ilkades nanti?. Budi membantah, tidak ada hubungan Pilkades dengan usulan pergantian penerima BPNT. (rud/azw)

loading...