Kakak Roy Siregar: Nggak Mungkin Adikku Membunuh

Hukum & Kriminal Metropolis
Foto: Kombinasi/Sumut Pos Dra Hj Nuraini Lubis, staf pengajar FKIP (kanan), tewas digorok mahasiswa semester VI FKIP jurusan PPKN, Roy Mando Sah Siregar (kanan), di toilet kampus, Senin (2/5/2016).
Foto: Kombinasi/Sumut Pos
Dra Hj Nuraini Lubis, staf pengajar FKIP (kanan), tewas digorok mahasiswa semester VI FKIP jurusan PPKN, Roy Mando Sah Siregar (kanan), di toilet kampus, Senin (2/5/2016).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – “Nggak mungkin adikku membunuh. Adik saya itu Yang ‘burjuan’ nya (baik,red) dia itu bang,” tangis Rosa pecah saat ditemui di rumahnya, Jalan Merdeka Gang Madrasah, Kelurahan Kayu Ombun, Kota Padangsidimpuan,Senin malam.

Rosa adalah kakak kandung Roymardo yang saat ini telah diamankan polisi atas kasus pembunuhan. Meski sudah dijelaskan bekali-kali, tapi Rosa tetap tak percaya adiknya yang melakukan pembunuhan itu.


“Iya bang, enggak mungkin dia bang, aku tahu kali adikku itu, rajin salat dia itu bang. Nggak mungkin dia yang melakukannya. Yang difitnahnya adikku itu bang,” sambung Rosa.

Hal senada juga dikatakan Fajar Siregar, abang tertua Roymardo. “Tak mungkinlah bang, saya tahu kali bagaimana sifat adik saya itu. Apalagi semalam, Minggu (1/5) saya masih jumpai dia di Medan dengan kakaknya di Jalan Pancing,” katanya.

Bahkan sebelum kembali ke Sidimpuan, Fajar mengaku masih bertemu Roymardo. “Mohon maaf bang, biar saya bicarakan dulu dengan keluarga, dan bagaimana yang sebenarnya,” tukasnya dan kemudian pergi menghubungi keluarganya yang lain.

Sebelum bertemu dengan Rosa dan Fajar, saat disambangi, rumah permanen itu terlihat tertutup rapat. Setelah diketuk, keluar seorang pria yang diketahui ayah Roymardo bernama Sahman Sah.

Namun melihat kondisi ayahnya yang kurang sehat (stroke,red), wartawan mengurungkan niat untuk mewawancarainya. Para tetangga Sahman yang ditemui di sana juga terkejut mendapat kabar pembunuhan itu.

“Iya orangtuanya sudah kena stroke, kasihan kalau diberitahu. Bagusnya datangi aja dulu Pak Kepling dan ceritakan agar bisa disampaikan ke keluarganya,” saran sejumlah warga.

M Yamin Siregar, Kepala Lingkungan II, Kelurahan Kayu Ombun Kota yang ditemui di rumahnya juga terkejut mendengar peristiwa itu. Yamin juga tak percaya Roymardo yang melakukan pembunuhan itu. Apalagi, selama ini dia mengenal Roymardo sebagai sosok anak yang baik dan pendiam.

“Kalau orangtuanya saya kenal jelas, dan sekarang memang dalam kondisi sakit. Dan Ibunya sudah meninggal sekitar 2 tahun yang lalu, ” ungkapnya.

Untuk meyakinkan kabar tersebut, Kepling pun membawa wartawan ke rumah Roymardo. Di sana awak koran ini bertemu dengan Rosa, kakak Roymardo. Rosa mengaku adiknya saat ini sedang kuliah di UMSU Fakultas FKIP jurusan PPKN. Namun begitu mendapat kabar tersebut, Rosa juga sontak pangling dan tak percaya.

Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Rosa sempat menghubungi saudara perempuannya Yusro, yang satu kontrakan dengan Roymardo di Medan. Saat dihubungi lewat handphone, Yusro juga mengaku tidak mengetahui peristiwa itu. (yza/smg/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *