Kamis Dinihari, Kantor PP Dibom Molotov

Hukum & Kriminal Metropolis
Foto: Raja/PM Pos PP di Medan Labuhan dibom molotov oleh oknum tak dikenal, Kamis (4/2/2016) dinihari.
Foto: Raja/PM
Pos PP di Medan Labuhan dibom molotov oleh oknum tak dikenal, Kamis (4/2/2016) dinihari.

LABUHAN, SUMUTPOS.CO – Bentrok antar Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) di Medan beberapa hari lalu, diduga berimbas ke wilayah Medan Deli. Kantor pengurus ranting PP di Jalan Mesjid Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Mulia Hulu dibom melotov oleh orang tak dikenal, Kamis (4/2) dinihari. Molotov mengunakan botol kratingdeng tersebut menyebabkan pintu depan pos warna loreng orange dan hitam itu hangus terbakar. Tak hanya itu, kusen pintu juga ikut ludes, serta kaca depan pecah ditambah pintu belakang rusak.

Teror yang belum diketahui otak pelakunya itu sontak membuat suasana jadi heboh. Warga sekitar dibantu para pengurus ranting sempat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memadamkan api.


Salah seorang warga bernama Ariadi yang kebetulan melintas mengaku sempat melihat puluhan pria tak dikenal mengendarai sepeda motor matic melemparkan sebuah plastik ke areal pos dan langsung kabur menuju Jalan KL Yos Sudarso. “Tadinya aku mau ke depan, kulihat ada sekitar 5 pria mengendarai tiga kereta mencampakan bungkusan plastik hitam ke pos. Tak lama setelah mereka pergi, bungkusan itu langsung meledah dan mengeluarkan api yang membakar pintu depan,” ucap Ariandi.

Melihat api, Ariadi langsung memberitahu Ketua Ranting PP Tanjung Mulia, Juliadi als Adi Keling. Detik berikutnya Adi Keling dibantu anggotanya dan warga datang ke lokasi untuk memadamkan api dibantu warga. “Kami diberitahu warga, katanya pos di bom. Ternyata benar saat kami cek dan api sudah besar,” ungkap Adi Keling.

Meski begitu, Adi Keling mengaku belum bisa menuduh pelaku adalah anggota IPK. ” Kita tidak dapat mengatakan kalau pelakunya merupakan anggota IPK, biar polisi yang melakukan penyelidikan. Kita berharap pelaku segera di tangkap. Aksi teror ini bertujuan untuk menciptakan kondisi di kawasan Medan Deli supaya tidak kondusif pasca penandatanganan nota perdamaian antara dua kubu organisasi yang terlibat bentrok sebelumnya,” tambahnya.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Boy Situmorang yang dikonfirmasi mengaku pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut.”Masih kita selidiki kejadian tersebut,” kata Boy. Sejauh ini pihaknya baru memeriksa dua orang saksi. “Untuk mencari tau motif dan pelaku teror bom molotov tersebut, kita akan memanggil Ketua PAC maupun Ranting dari kedua OKP untuk diajak kerjasama dengan polisi dalam menuntaskan kasus ini,” tambah Boy.

Hingga berita ini dilansir, pos ranting PP di Kelurahan Tanjung Mulia Hulu masih dibiarkan berentakan. Kaca-kaca jendela berserakan, dan polisi telah memasang police line.

JADI PERHATIAN MABES POLRI
Di lokasi terpisah, bentrok antara IPK-PP di Medan menjadi perhatian serius Mabes Polri. Sejauh ini Poldasu telah menetapkan 24 tersangka yang terdiri dari 7 kasus. Jumlah tersangka diprediksi akan bertambah karena saat ini polisi masih memburu tiga atau empat orang lagi dari dua kubu yang ikut serta dalam bentrokan itu. Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan didampingi Kabid Humas Poldasu Kombes Helfi Assegaf menegaskan, Mabes Polri mendukung penuh Poldasu untuk menangani kasus ini.

“Kami sudah berkomitmen tidak akan membiarkan pidana tanpa adanya proses hukum. Yang berbuat akan ditindak tegas. Tidak berat sebelah. Kejadian ini mendadak. Masih terus kita kembangkan,” tegas Anton saat berada di Poldasu, Kamis (4/2) siang. Jenderal bintang dua itu meminta kepada siapa pun (masyarakat) untuk men-share video atau gambar untuk mempermudah kepolisian memburu pelaku lain. “Bila ada videonya berikan pada kita untuk membantu penyelidikan. Karena penyidik dapat bekerja maksimal bila alat buktinya lengkap. Itu dilakukan karena penangkapan berhubungan dengan hak azasi manusia. Harus ada bukti permulaan untuk penangkapan, jadi tidak bisa sembarangan. Peran masyarakat juga kita butuhkan,”bebernya.

Anton memastikan tidak ada intervensi dari kubu mana pun terhadap Poldasu dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Saat itu polisi masih fokus mencari aktor intelektual bentrokan yang menelan korban jiwa itu. “Ketika bentrok terjadi, banyak yang tepuk tangan. Mohon masyarakat sadar, ini hanya untuk memecah. Jika ini dibiarkan, akan jadi ledakan. Semua harus waspada, ada hukum yang mengatur,” katanya.

Anton menuturkan, dalam situasi ini tidak perlu saling menyalahkan. Kejadian ini tidak direncanakan dan intelejen kepolisian tidak bisa dibilang lemah. “Ini mohon maaf, jangan saling menyalahkan. Polisi selalu antisipasi. Jangan biarkan dimana pun premanisme tumbuh. Ini momennya untuk memberantas itu. Sekarang jamannya kerja keras. Di sini ini (Medan) yang tidak kerja bisa dapat duit, ada uang dengar, ada uang lihat,”tandasnya. (cr-2/gib/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *