Kapal Bergeser, Evakuasi Distop

Internasional

Tragedi Costa Concordia

ROMA– Tim penyelamat Italia terpaksa menghentikan sementara evakuasi dan pencarian para korban kapal pesiar Costa Concordia yang terdampar di pesisir pantai Tuscan, Rabu (18/1). Hal itu terjadi setelah bangkai kapal seberat 114.500 ton tersebut secara tiba-tiba bergerak dan bergeser. Sejauh ini terdapat sekitar 23 penumpang yang hilang dan dikhawatirkan tewas.


’’Sebagai langkah pencegahan, kami hentikan operasi penyelamatan pagi ini (kemarin). Selanjutnya, kami akan memverifikasi data yang kami dapat dari alat pendeteksi bahwa kapal bergeser. Jika memang ada pergeseran, kami perlu mencari tahu seberapa jauh pergeseran itu,’’ papar Komandan Penjaga Pantai Filippo Marini. Dia berharap pergeseran itu justru membuat posisi kapal lebih mapan. Jika tim penyelamat yakin kondisi kapal dalam posisi aman, pencarian akan dilanjutkan lagi.

Selasa lalu (17/1), lima korban tewas yang memakai jaket pelampung ditemukan setelah tim penyelamat meledakkan salah satu bagian lambung kapal.

Karena kapal sudah kandas selama lima hari, tim penyelamat yakin tidak akan menemukan korban selamat.
Kendati evakuasi dan pencarian korban stop sementara, investigasi terhadap insiden terbesar pasca-tenggelamnya kapal pesiar Titanic pada 1912 itu terus berlanjut. Kemarin, Francesco Schettino selaku kapten kapal ditetapkan sebagai tahanan rumah. Pria yang dinilai lalai karena menyebabkan Costa Concordia tenggelam itu tiba di kediamannya di dekat Kota Naples.

Sementara itu, upaya pemulangan 170 WNI yang bekerja di kapal pesiar Costa Concordia terus dikebut. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebutkan, upaya pemulangan mereka sudah mendekati final.

Dikabarkan pula pemilik kapal memberikan persekot gaji sebesar 400 Euro atau sekitar Rp4,6 juta (1 Euro = Rp 11.541) kepada masing-masing WNI. Selain itu juga disiapkan tiket pesawat kepulangan gratis.

Direktur Informasi Media (Infomed) Kemenlu PLE Priatna di Jakarta menuturkan, seluruh persekot gaji itu menjadi tanggung jawab pemilik kapal. “KBRI di Roma bertugas mengawasi proses pencairan itu,” tandasnya. Pengawasan pihak KBRI di Roma juga dilakukan untuk memantau pelunasan sisa gaji kepada seluruh WNI.

Priatna mengatakan, pihak perusahaan pemilik kapal Costa Concordia cukup merespons baik pembahasan pemberian hak gaji kepada seluruh WNI yang bekerja di kapal mereka. Negosiasi pembayaran hak gaji kepada para WNI tidak berlangsung alot.

Pemilik kapal menjanjikan sisa gaji untuk para WNI tersebut akan ditransfer ke masing-masing rekening setelah tiba di tanah air. Priatna mengatakan, tugas pemantauan oleh KBRI di Roma akan semakin gencar pada tahap pelunasan gaji ini.(AP/AFP/RTR/hep/dwi/wan/ttg/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *