Kapolres Binjai Dimutasi, Ulama Minta Perangi Narkoba dan Judi

Sumatera Utara

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, salah satu Kapolres yang turut dimutasi Kapolri Jenderal Idham Aziz, baru-baru ini. Jabatan Nugroho pun nantinya diisi AKBP Romadhoni Sutardjo, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional Polrestabes Medan,

“Benar ada mutasi yang dilakukan oleh Kapolri. Kapolda Sumut juga termasuk dan beberapa Kapolres di Sumut,” ujar Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, akhir pekan lalu. Nugroho menjadi orang nomor satu di Polres Binjai belum genap setahun. Tepatnya 10 bulan sejak 12 Februari 2019. Pun begitu, masyarakat, tokoh agama dan ulama sangat berharap Kapolres yang baru nantinya, dapat memerangi narkoba dan judi yang marak di Kota Binjai.


Sebelum adanya mutasi, Kapolres Binjai sempat melakukan pertemuan untuk permohonan maaf sebesar-sebasarnya kepada kalangan dan tokoh-tokoh umat Muslim serta tokoh masyarakat Kota Binjai. Umat Muslim merasa kecewa atas postingan tendensius akun Kapolres di media sosial terkait Aksi Reuni 212.

Tokoh Agama Kota Binjai, Ustad Abdul Sani menyikapi mutasi Kapolres dengan mendoakan agar yang bersangkutan dapat lebih sukses di tempat baru. Sani bahkan juga mendoakannya untuk dapat menjadi pribadi yang lebih religius lagi.

“Mudah-mudahan dia (Kapolres Binjai) di tempat yang baru lebih bagus dan bisa religius. Dekati lah ulama-ulama di sana biar bisa lebih baik,” katanya.

Di bawah kepemimpinan Nugroho, ada perkara yang masih tertunggak belum terungkap. Misal, belum terkuaknya siapa pelaku aksi pembakaran karpet masjid di Binjai Timur dan Binjai Utara.

Sedikitnya 3 harapan dititipkan tokoh agama kepada Kapolres Binjai yang baru nantinya. Kapolres baru, harap Sani, dapat lebih baik dari yang sekarang.

Kapolres baru diharap mampu merangkul masyarakat, khusus umat beragama. Karena ulama dan tokoh masyarakat lah yang lebih aktif berinterksi langsung setiap hari bersama masyarakat.

“Pertama, harapan kami dan masyarakat kepada Kapolres yang baru lebih mampu merangkul ulama dan ustad, karena lebih tahu kecamatan dan lingkungan, karena jadi tempat bertanya masyarakat. Kedua harapan kami betul-betul perangi narkoba, dan harapan ketiga perangi judi dengan menjalin ormas-ormas Islam. Sekarang marak judi dimana-mana, termasuk judi tembak ikan,” katanya.

Dia berharap Kapolres Binjai yang baru berani memerangi sarang-sarang peredaran narkotika, sejak maraknya diskotek-diskotek di pinggiran Kota Binjai.

“Betul-betul lah perangi narkoba lebih bagus lagi. Juga diskotik di pinggiran kota Binjai,” ujar dia.

Diskotek-diskotek ini kerap menyajikan hiburan malam penari seksi, transaksi seksual. Bahkan diduga lokasi peradaran narkotika.

Dia juga menyoroti maraknya judi di Kota Binjai yang semakin merajalela tanpa penindakan tegas. Permasalahan pemberantasan judi tembak ikan termasuk bagian harapan ulama yang perlu jadi atensi Kapolres Binjai yang baru.

“Yang ketiga serius lah perangi masalah maraknya judi Kota Binjai, termasuk judi tembak ikan sekerang ada di mana-mana,” beber dia.

Sepanjang 2019, judi tembak ikan seakan merajalela di Kota Binjai. Satu di antaranya, Kids Zone yang membuka usaha judi tembak ikan di tengah kota, berlokasi di jalan utama. (ted/han)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *