Kasatpol PP Nyaris Dipukul PKL

Metropolis
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENERTIBAN_Anggota Satpol PP Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang trotoar kawasan Taman Stadion Teladan Medan, Kamis (14/9). Puluhan lapak pedagang kaki lima dibongkar petugas karena dianggap menghambat arus lalu lintas, serta membuat kesemerawutan di sekitar kawasan itu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Stadion Teladan Medan ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan, Kamis (14/9). Dalam penertiban yang tak tuntas itu, Kepala Kasatpol PP M Sofyan nyaris menjadi sasaran kekesalan pedagang, lantaran kios mereka mau dirubuhkan.

Semula penertiban PKL ini berlangsung lancar dan tertib. Apalagi ratusan personel Satpol PP turut dibantu pihak kepolisian dan Koramil setempat. Namun di tengah penertiban berjalan, persisnya di depan Sekolah Perguruan Al Ittihadiyah Teladan, seorang PKL bernama Mira menentang keras kiosnya dirubuhkan.


Melihat aksinya, PKL lain terprovokasi dan menganggap Satpol PP tak adil terhadap penertiban tersebut. “Kenapa kami saja yang kalian gusur. Itu (menunjuk ke seberang jalan) kenapa tidak dibongkar. Kami mau kalian tertibkan, asal yang di depan itu juga dirubuhkan,” katanya.

Suasana pun kian memanas. Mira yang tak berhenti berteriak memancing emosi rekan-rekannya. “Kalau Pak Sofyan berani, bongkar sekarang bangunan depan kami itu. Itu yang punya Cina dan polisi. Bongkar juga yang jual-jual helm itu. Mereka punya semi permanen bangunannya,” kata pedagang lain, Yusmawati Rangkuti.

Di tengah keributan para PKL itu, seorang pedagang ada yang coba ingin menyerang Sofyan dengan mendorong badannya. Mulanya, ia coba menyasar ke bagian atas atau kepala Sofyan, namun hanya dapat menyentuh badan mantan Camat Medan Area itu. Sofyan lantas terkejut, dan langsung melihat siapa sosok yang mendorongnya itu. Tak mau terpancing dalam suasana yang kian memanas, Sofyan lantas meninggalkan lokasi dan berjalan ke arah kios pedagang helm, yang berada di depan Kampus Institut Teknologi Medan (ITM).

Sofyan didampingi Camat Medan Kota Edy Mulia Matondang dan jajarannya. Sampai di situ, Sofyan memperingatkan agar barang dagangan pedagang tidak lewat dari trotoar. Pemilik kios pun menyanggupi permintaan tersebut. Setelah itu tim meninggalkan lokasi lantaran memasuki waktu istirahat.

Menurut Sofyan, pembongkaran ini dilakukan karena para pedagang selama ini telah mengambil rumah milik jalan (rumija) untuk dijadikan lapak berjualan. Akibatnya, masyarakat pengguna jalan, terutama pejalan kaki tidak dapat menikmati fasilitas trotoar yang ada di pinggir jalan.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *