Kasus Kepemilikan Narkotika Bos KTV Electra Masuk Daftar Buronan

Hukum & Kriminal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Sugianto alias Aliang, terdakwa kasus kepemilikan 23 butir pil ekstasi dan serbuk ketamin masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan. Bos KTV Electra di Jalan Kompleks CBD Polonia Blok G Nomor 50 Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia itu, juga sudah diultimatum untuk menyerahkan diri.

Ilustrasi-sabu

“Iya, terpidana (Aliang) kini berstatus buronan Kejati Sumut,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Minggu (25/4). Menurutnya, Kejati Sumut sudah berupaya untuk melakukan pencarian namun sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya. “Sudah (dicari) ke mana aja. Termasuk instruksi ke kejari-kejari yang ada di Sumut untuk melakukan pencarian,” katanya.


Sumanggar juga meminta, bagi masyarakat yang mengetahui informasi keberadaan Aliang, agar melapor ke pihak Kejati Sumut. “Tidak hanya masyarakat, kalian media juga kalau tahu keberadaan segara laporkan sama kami biar segera dieksekusi,” tandas Sumanggar.

Sebelumnya, Aliang diultimatum 1×24 jam agar menyerahkan diri untuk dilakukan penahanan di Rutan Tanjunggusta Medan. Namun, hingga diterbitkan DPO, yang bersangkutan tak kunjung menyerahkan diri. Perintah penahanan Aliang berdasarkan putusan hakim Mahkamah Agung (MA) sejalan dengan putusan di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT) Medan yang menghukum bos KTV Electra 4 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Bahkan, PT Medan memerintahkan agar warga Jalan Sutrisno Nomor 78 C Kelurahan Kota Matsum III Kecamatan Medan Kota/Jalan Brigjen Hamid Komplek Pribadi Indah B-33 Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor ini segera dilakukan penahanan. (man/azw)

loading...