Keberangkatan ke Tanah Suci Belum Jelas, Jamaah Umrah Masih Terganjal Visa

Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh dan Haji Khusus (FKPPIU-PIHK) Sumatera Utara (Sumut), Bob Syafrizal Nasution belum bisa memastikan ribuan calon jamaah umrah asal Sumut diberangkatkan ke Tanah Suci. Pasalnya, para jamaah terganjal visa yang belum online di Arab Saudi. “Rencana sudah bisa diberangkatkan, tapi sampai sekarang visa belum online juga dari Saudi,” ujar Bob saat dihubungi Sumut Pos, Kamis (2/12).

UMRAH: Umat Muslim mengitari Kakbah di Kota Mekah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Saat ini, jamaah umrah Indonesia, khususnya Sumut, belum dapat berangkat ke Tanah Suci karena masih terganjal visa yang masih dalam status inactive.

Menurutnya, masalah ini terjadi dikarenakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI, masih tarik-menarik dalam mengambil keputusan. Padahal menurutnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau. “Kalau antusias masyarakat ini, sudah tak sabar mau berangkat ni. Tapi bagaimana mau dibilang, sampai sekarang belum bisa juga berangkat, karena visa belum online,” katanya.


Seharusnya, kata Bob, per tanggal 2 Desember 2021, para pengusaha travel awalnya diberangkatkan untuk melakukan survey. Namun hal itu urung terlaksana, dikarenakan terkendala masalah visa. “Rencana melakukan survey dulu, tapi visanya belum terbuka. Ikatan perjanjian antar negara belum tau kita kan. Kalau antara kita (jamaah) sudah siap saja kita terbang,” tuturnya.

Untuk hal lainnya, seperti adanya pembengkakan ongkos umroh, menurut Bob tidak terlalu dipersoalkan jamaah. “Jamaah oke-oke aja asal berangkat. Cuma karantina saja sebagian (jamaah), yang jadi masalah. Ada yang minta dua hari saja. Itulah masih tarik-menarik,” jelasnya,

Dia berharap, pemerintah segera menyelesaikan masalah visa ini, agar dalam bulan Desember ini, jamaah bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. “Kalau bisa penerbangan buka lah untuk bulan ini. Karna penerbangan kan sudah siap-siap, sudah menawar-nawarkan cuma nunggu hasil visa juga. Pihak sana juga memhubungi kita, ngasi harga kamar, harga bus, katering untuk jamaah. Tapi menunggu visa juga. Mudah-mudahan bulan jamaah bisa berangkat lah,” pungkasnya.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur juga membenarkan, pemberangkatan jamaah umrah masih terkendala visa yang hingga saat ini masih dalam status Inactive. “Perlu diketahui kondisi sekarang saat ini baru diizinkan penerbangan langsung sedangkan umrahnya belum, karena sistem visanya masih di blok.Kita berharap dalam waktu dekat bisa dibuka sehingga proses pengajuan bisa dijalankan,” kata Firman.

Hal ini dibenarkan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono bahwa e-visa umrah belum terintegrasi dengan data-data pada aplikasi pedulilindungi terutama pembacaan sertifikat vaksin. “Memang benar di aplikasi e-visa sekarang, waktu mengisi untuk register aplikasi itu harus mencantumkan jenis vaksin yang kita pakai masalahnya pada saat kita memilih vaksinnya Sinovac atau Sinopharm itu belum bisa masuk muter-muter terus,” ujar Eko.

Padahal menurutnya, tim teknis antara kementerian kesehatan Indonesia dan Saudi terus berbicara mengenai hal ini. Namun hingga kini belum terintegrasi. “Benar, memang belum bisa masuk jamaah kita, wong visanya saja belum kebuka. Jadi harus menunggu integrasi antara tawakalna dan pedulilindungi. E-visa ini belum bisa menerima data-data dari pedulilindungi sehingga sertifikat vaksin nya belum bisa masuk ke e-visa untuk umrah.” ungkapnya.

Omicron Tak Pengaruhi Kebijakan Umrah

Satu kasus varian baru Covid-19 Omicron terkonfirmasi di Arab Saudi. Dikutip dari CNN disebutkan Otoritas Arab Saudi mengumumkan kasus ini terdeteksi pada seseorang yang baru tiba dari Afrika.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur mengharapkan jika terkonfirmasinya kasus itu tak akan mengganggu rencana perjalanan umrah dari Indonesia.

Pasalnya, saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang sudah diizinkan untuk melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudir. “Status suspend pelarangan penerbangan langsung kita dicabut hari ini dan umrah dibuka kembali,” katanya.

Firman menjelaskan, otoritas Arab Saudi memang memiliki kewenangan penuh terkait penentuan negara-negara mana saja yang bisa masuk ke wilayahnya. Indonesia di mata Arab Saudi adalah salah satu negara yang mampu menangani pandemi Covid-19. “Pandemi di Indonesia mulai melandai karena kita bisa mengatasi masalah ini. Kita harap Indonesia bisa terus mempertahankan. Kita juga akan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi,” jelas dia.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menegaskan, kemunculan varian baru virus Covid-19, Omicron tidak memengaruhi kebijakan umrah. “Terkait kemunculan varian baru di Saudi, sampai saat ini belum memengaruhi terhadap kebijakan umrah,”kata Endang dalam pesan tertulisnya, Kamis,(2/12).

Berdasarkan informasi, Endang Jumali mengatakan sudah ada satu kasus warga Arab Saudi yang terinfeksi virus Omicron seusai pulang dari Afrika Utara. “Info kemarin sudah terdeteksi satu kasus dari warga yang datang dari Afrika Utara,” ujar dia.

Arab Saudi hingga kini masih melakukan suspend perjalanan kepada tujuh negara yaitu Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Lesotho, Eswatini. “Masih tetap yang dilakukan suspend terhadap 7 negara Afrika selatan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Terdeteksinya varian Omicron ini terjadi setelah otoritas Saudi mengakhiri larangan perjalanan langsung dari beberapa negara, dengan kerajaan ini terus melonggarkan pembatasan perjalanan terkait Corona.

Para pelancong dari enam negara, yakni India, Mesir, Pakistan, Indonesia, Brasil dan Vietnam, sekarang bisa masuk ke wilayah Saudi tanpa harus menghabiskan 14 hari di luar negara-negara tersebut sebelum masuk tiba di Saudi. (man/idx/dtc/mnc)

loading...