Keberuntungan Seorang Pedagang Kue Pancung

Metropolis

Wajah Hardiansyah Lubis (38) tampak riang, ia berlari penuh semangat. Ketiga anak perempuannya mengiringi langkah Hardiansyah, satu di antaranya sampai menangis saking bahagianya.

Puput Julianti Damanik, Medan

SUMRINGAH: Hardiansyah Lubis  tiga putrinya sumringah menerima hadiah sepeda motor, kemarin.//aminoer rasyid/sumut pos
SUMRINGAH: Hardiansyah Lubis dan tiga putrinya sumringah menerima hadiah sepeda motor, kemarin.//aminoer rasyid/sumut pos

Mereka sama sekali tidak menyangka, pulang dari mengikuti Senam Dahlan Style malah membawa Honda Beat. Hardiansyah mengakutidak ada mimpi ataupun pertanda akan mendapatkan rezeki. Namun, kemarin pagi memang sangat berbeda.


Rutinitas Hardiansyah setiap hari adalah berjualan kue pancung di Pasar Petisah. Setiap pagi, ia harus sudah mempersiapkan bahan-bahan serta peralatan untuk berjualan. Tapi, kemarin, ia sengaja tidak berjualan karena anak-anaknya memaksa untuk diajak berolahraga ke Lapangan Merdeka, Medan.

“Tidak ada waktu untuk bisa berolahraga pagi bersama anak-anak, karena tiap hari harus berjualan kue pancung. Biasanya tiap hari Minggu, dari pagi sudah belanja habis itu lanjut jualan. ‘Gak ada waktu buat lari pagi. Hari biasa, jam 8 pagi itu saya ngantar anak ke sekolah, habis itu langsung jualan. Hari ini memang sengaja libur,” ujar warga Jalan Pinang, Medan Petisah ini.

Sebelumnya, Hardiansyah tidak mengetahui ada acara Senam Dahlan Style di Lapangan Merdeka yang digelar Sumut Pos. Namun, karena melihat ribuan orang berkumpul serta senam yang terbuka untuk umum itu berlangsung, ia pun ikut mengambil barisan bersama 3 putrinya. Setelah mengikuti senam, barulah ia mendengar bahwa ada lucky draw yang diundi melalui kertas undian yang terdapat pada koran Sumut Pos.

“Tadi ada senamnya ramai, saya tertarik dan ternyata katanya ada pembgian hadiah dengan cara membeli kuponnya di koran Sumut Pos. Jadi tadi saya beli dan saya coba,” katanya.

Saat ini, Hardiansyah memang sangat membutuhkan kendaraan. Dengan satu sepeda motor yang sebelumnya sudah ia miliki, terkadang tidak mampu memback-up seluruh pekerjaan. Mengantarkan anak ke sekolah, belanja dan berjualan. “Saya memang sudah punya kereta (sepeda motor), tapi terkadang susah karena harus mengantarkan anak, belanja di pajak (pasar) terus jualan. Jadi kereta baru ini, nanti untuk istri saya ngantar anak ke sekolah dan belanja. Jadi saya bisa bekerja dan jualan,” katanya.

Tambahnya, saat ini, ia memang memiliki niat ingin memiliki sepeda motor lagi, namun terkendala oleh biaya. “Per harinya saya jualan bisa dapat Rp150 ribu kalau ramai, tapi kalau sepi paling mencapai Rp100 ribuan. Itupun yah harus mulai dari pagi sampai sore, uang itu hanya cukup buat kehidupan sehari-hari dan menyekolahkan anak. Anak saya yang pertama SD kelas 3, yang lain masih kecil,” ujar ayah dari 4 orang anak ini.

Kebahagiaan tidak sampai situ, istrinya, Hastanur yang tidak tahu apa-apa di rumah sangat kaget dan bahagia melihat motor tersebut diantarkan ke rumahnya. Mereka tidak lupa bersyukur. “Istri kaget sekali, kebetulan HP saya pagi tadi tinggal di rumah jadi tidak bisa menghubungi istri. Jadi pas sampai di rumah, istri terkejut sekali. Alhamdulilah, rezeki dari Allah, tetap harus bersyukur, istri saya mengingatkan,” ujarnya.

Tambahnya, ia juga sangat apresiasi dengan Senam Dahlan Style. “Saya sangat senang mengikuti senam tadi. Bukan hanya hadiah saja yang saya dapat, saya lebih sehat, anak-anak saya juga ikut olahraga. Untuk itu, saya sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia, khususnya Dahlan Iskan dan Sumut Pos. Saya janji akan langganan Sumut Pos deh,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, anak pertamanya, Nazairah (8) mengaku senang karena ayahnya memenangkan undian berupa motor. “Ish seneng kalilah, ‘gak nyangka,” sambil memeluk ayahnya. (*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *