Kedua Gadis Remaja Ini Hilang dari Pesantren dan Gereja

Metropolis
Foto: Kombinasi Kiri-Nazwa gadis yang hilang dari pesantren, dan (kanan) Agustina, gadis yang hilang usai permisi mau ibadah ke gereja.
Foto: Kombinasi
Kiri-Nazmi gadis yang hilang dari pesantren, dan (kanan) Agustina, gadis yang hilang usai permisi mau ibadah ke gereja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Orangtua mana yang tak sedih jika harus kehilangan anak yang disayangi. Ya, inilah yang dialami Erma Wati (58) warga Jalan Pinang Baris Kec Medan Sunggal. Tujuh hari sudah, Erma belum mendapatkan kabar tentang keberadaan anak kandungnya Nazmi Zafarina. Informasi yang diperoleh, gadis 14 tahun itu terakhir kali berada di pesantren tempat dirinya menimba ilmu.

“Senin 26 September 2016 lalu, gurunya datang ke rumah. Gurunya bilang kalau Nazmi tidak ada di pesantren. Kedatangan mereka untuk memastikan Nazmi berada di rumah atau tidak?” terang Erma, saat ditemui di kediamannya Senin, (3/10).


Masih menurut Erma, Selasa (27/9) pagi, dirinya berusaha mencari keberadaan anaknya dengan memeriksa seisi ruangan belajar dan kamar inap di pesantren tersebut. Namun seharian dicari, bungsu 5 bersuadara ini pun tak kunjung kelihatan. Alhasil, Erma pun memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Medan Sunggal, pada Rabu (28/9) kemarin.

“Hari Raya Idul Fitri kemarin dia pulang ke rumah, nggak ada gelagat yang aneh. Bahkan dia bilang kalau dirinya mau menamatkan sekolah sampai SMA di Pesantren itu. Tapi kenapa kok sekarang dia menghilang?” ujar Erna dengan berlinang air mata.

Nasib serupa juga dialami M br Simanjuntak. Wanita 36 tahun ini juga dirundung sedih. Anak kesayangannya, Agustina br Pangaribuan (15) sudah tiga hari tak pulang ke rumah. Belakangan, siswi SMPN5 Percut Seituan itu diketahui sempat pamit pergi ke gereja bersama temannya Ima br Limbong (18), Sabtu malam (1/10) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Ternyata mereka tidak pergi ke gereja melainkan pergi menjumpai Jenas Fernando br Simangunsong (30), pacarnya anakku Agustina,” terang M br Simanjuntak saat membuat pengaduan ke Polsek Medan Area ditemani Sintauli br Jabat (56), opung dari temannya Ima.

“Sang ibu tau putrinya pergi bareng sang pacar, karena putrinya sempat pada kawanya Ika, tetangga mereka. “:Dibilangnya dia mau jalan-jalan sama si abang (Jenas) dan si Ima. Mau tarik 3 orang itu,” terang M br Simanjuntak. Padahal sebelumnya, Jenas pernah membuat perjanjian di atas meterai untuk menjauhi putrinya.

Resah anaknya tak kunjung pulang, M br Simanjuntak dan Sintauli pun mencari keberadaan Jenas. Jenas pun berhasil ditemui di pabrik kopi di kawasan Jalan Asia, tempatnya bekerja. Jenas sempat diinterogasi. Namun, dirinya membantah telah membawa Agustina dan Ima. “Gak ada samaku Namboru. Aku memang jumpa sama orang itu, tapi nggak ada kubonceng. Malah aku suruh pulang pun orang tu,” terangnya.

Tidak percaya, kedua perempuan itu pun memaksa Jenas untuk menunjukan kosannya di kawasan jalan Pukat 1. Sayang Agustina dan Ima tak berada di lokasi kosan Jenas, seperti yang dicurigai kedua wanita tersebut.

Masih tak percaya, keduanya pun memaksa Jenas untuk ikut ke Mapolsek Medan Area. Di depan petugas, Jenas tetap membantah telah membawa Agustina dan Ima, seperti yang dituduhkan.

Untuk memperkuat alibinya, Jenas menghadirkan pacar aslinya Renungan br Simbolon (24) ke kantor polisi. “Ia bang, Malam Minggu (1/10) kemarin aku sama si Jenas ke kostnya dan tidur di situ. Udah kayak suami-istri kami. Karena keluarga si Jenas nggak setuju, makanya kami kost bedua ,” terangnya. Hingga berita ini diturunkan kasus tersebut masih ditangani pihak berwajib. (oki/cr-23/mek)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *