Keluarkan Percikan Api, Getaran hingga Berastagi

Sumatera Utara
Erupsi Gunung Sinabung, Senin (18/11/2013).
Erupsi Gunung Sinabung, Senin (18/11/2013).

SUMUTPOS.CO – Erupsi Sinabung semakin meningkat, Jika sebelumnya semburan debu ‘hanya’ 8.000 meter, tadi malam sudah mencapai 10.000 meter alias 10 kilometer.

Gunung api Sinabung meletus besar pada Selasa (19/11) malam pukul 21.55 WIB . Pada erupsi ini Sinabung melontarkan debu setinggi 10 km yang mengarah ke Barat, Barat Daya dan Selatan. Sedangkan awan panas meluncur 500 meter ke tenggara. Hingga terakhir, belum ditemukan adanya korban atas letusan bergetaran sejauh 15 km lebih.


Tingginya lontaran debu dan arah angin cukup memprihatinkan. Pasalnya, seperti diberitakan sebelumnya,  General Manager Lembaga Penyelenggara Layanan Navigasi Penerbagan Indonesia (LPLNPI) Kantor Cabang Medan, Susanto, mengatakan aktivitas penerbangan dalam bahaya jika lontaran debu mencapai 10 kmn
dan arah angin ke barat. “Bila minimal (lontaran material) mencapai ketinggian 10 ribu kaki, maka kita akan mulai antisipasi. Kita akan langsung memberikan peringatan kepada maskapai bahwa ketinggian awan sudah patut diwaspadai,” jelasnya, Rabu (6/11) lalu.

Dan ketika diketahu letusan tadi malam, Susanto langsung bergerak cepat. “Tak ada pesawat yang berangkat atau pulang yang mendekati Sinabung saat terjadi erupsi. Meski begitu, tadi malam sudah kita sampaikan langsung ke maskapai tentang kondisi Sinabung terkini,” katanya saat dikonfirmasi tadi malam.

Erupsi tadi malam menurut Petugas Pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api ( PPGA) Sinabung terjadi dengan diawali adanya kilatan petir di puncak, baru kemudian diikuti dengan erupsi bergetaran tinggi. Getaran yang cukup kuat itu bahkan terasa hingga Berastagi yang berada di radius 16 km dari kawah aktif Sinabung.

“Terasa kali getarannya sampai rumah kami, rumah pun agak bergerak-gerak sepertinya,” ujar Yoga warga Kecamatan Merdeka.

Dari catatan yang ada di PPGA Sinabung, getaran kuat itu berlangsung selama 3 menit, hingga kemudian erupsi berlangsung cukup lama sekitar 43 menit. Lontaran yang disebutkan ada tidak begitu teramati Tetapi bagi warga lain pula, menurut Rekro Tarigan, penduduk Desa Batukarang, Kecamatan Payung, erupsi itu juga ditandai oleh percikan api menyerupai api mancis. Senada dengannya, Kepala Desa Tiganderket, Kesukanta Ginting, juga mengatakan hal yang sama.

Sedangkan Star Sembiring, masyarakat Desa Kutarayat menyebutkan kalau mereka tidak ada melihat pijar atau sejenisnya karena gunung dari tempat tinggalnya tertutup kabut tebal. Begitupun dengan penduduk Berastagi yang mencoba mengamatinya dari puncak Bukit Gundaling tidak melihat apapun karena tebalnya kabut.

Gede Suantika selaku Pejabat Pelaksana Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG mengatakan kalau erupsi tadi malam berkekuatan lumayan besar. Tetapi lontaran pijar yang biasanya ada tidak begitu teramati. Setelah erupsi diketahui kalau gunung Sinabung masih terus melakukan intensitas kegempaan yang tinggi.

Situasi terakhir, kawasan sekitar Kecamatan Tiganderket sudah dipenuhi oleh abu dan pasir gunung. Ini diperkirakan terus bergerak hingga wilayah Kecamatan Payung, Tigabinanga, Munte, Laubaleng, dan Mardinding, serta Juhar. Dengan hadirnya suara gemuruh kuat gunung hingga Berastagi, telah menyebabkan adanya aktivitas keluar kampung oleh berbagai masyarakat yang tinggal di luar ketujuh desa yang direkomendasi Tim Tanggap Darurat untuk mengungsi. (nng/smg/ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *