Kembali ke Kampus, Tim Horas USU Diarak bak Pahlawan

Metropolis

Akhirnya Tim Horas Universitas Sumatera Utara (USU) kembali ke Medan setelah berhasil menjadi juara di Manila dalam ajang Sheel Eco Marathon (SEM) Asia 2014 di Manila, Filipina. Kehadiran mereka langsung disambut bak pahlawan.

DIARAK:  Tim Horas USU saat diarak kemarin.//sumut pos
DIARAK: Tim Horas USU saat diarak kemarin.//sumut pos

Tim yang menerima penganugerahan juara di Manila Hotel, Rizal Park, Filipina, Minggu (9/2), lalu itu berhasil menggondol uang tunai sebesar 3.000 dolar Amerika. Kemarin, kedatangan mereka langsung disambut ratusan mahasiswa Fakultas Teknik USU yang sudah menunggu lama kedatangan mereka di depan pintu kampus USU. Mereka pun langsung diarak berkeliling kampus dengan menggunakan mobil terbuka yang diikuti oleh puluhan sepeda motor. Tidak lupa piala dan juga sertifikat uang tunai ikut diarak agar seluruh mahasiswa USU mengetahui keberhasilan Tim Horas USU yang mampu menjuarai kompetisi internasional.


Seperti diberitakan, Tim Horas USU berhasil menyabet juara I dalam kategori mobil hemat bahan bakar kategori Urban Concept berbahan bakar ethanol dan meraih juara II Urban Concept berbahan bakar diesel dalam konpetisi yang diikuti 15 negara dari Asia dan Timur Tengah. Masing -masing juara memperloleh uang tunai sebesar 2.000 dolar dan 1.000 dolar Amerika dari pihak panitia dan sponsorship SEM 2014 Manila.

“Saya bangga dengan Tim Horas USU yang sudah mendongkrak nama USU di kancah internasional,” kata Rektor USU, Prof Syahril Pasaribu dalam penyambutan Tim Horas USU saat tiba di depan halaman kantor Biro Rektor USU, Rabu (12/2).

Rektor juga mengaku, awalnya tidak yakin akan keberhasilan Tim Horas USU yang berhasil menjuarai dua kategori sekaligus. “Saya bilang sama mereka untuk motivasi , kalau ‘gak dapat juara tenggelamkan saja mobilnya ke dalam laut karena gak ada gunanya. Ternyata, USU berhasil meraih juara,” kata Syahril Pasaribu lagi disambut tepuk tangan mahasiswa FT USU lainnya.

Maka atas keberhasilan tim Horas USU ini, sambung rektor, bias menjadi motivasi untuk mahasiswa lain dalam mengembangkan kreativitasnya. “Kebanggaan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lain dan mereka akan mendapatkan penghargaan dari USU. Pekan depan akan kita undang pihak sponsor dan para alumni yang sudah banyak memberikan dukungan dan bantuan,” tegasnya.

Pembimbing Tim Horas USU, Himsar Ambaritha, mengaku puas dan bangga dengan pencapaian timnya yang berhasil menyingkirkan pesaing dari Asia dan Timur Tengah. Mobil Horas USU berhasil menempuh jarak 101,4 kilometer per liter di kelas Urban Concept Ethanol. Sedangkan untuk Urban Concep Diesel, Tim Horas USU berhasil menempuh jarak 57 kilometer per liter.

“Saya juga tidak menyangka dapat dua gelar juara sekaligus. Namun, berkat pengalaman tahun lalu di sirkuit Sepang Malaysia, kita langung memodifikasi mobil agar lebih baik dan memasang target juara,” ungkap dosen FT Mesin USU ini.

Namun yang menjadi perbedaan dan kesulitan pada SEM 2014 Manila, di antaranya suhu udara yang panas di Manila cukup berpengaruh pada kekuatan mesin serta lintasan yang awalnya jalan raya disulap menjadi sirkut. Untuk mobil Horas kategori bahan bakar diesel juga sempat mendapat kendala karena pihak panitia terlambat memberikan tanki. Sehingga, dalam penyesuaian di lintasan menjadi masalah hingga empat kali putaran. Namun pada putaran kelima, hal tersebut dapat diatasi.

“Ke depan, prestasi ini akan terus kita pertahankan sekaligus mencari tahu informasi kekuatan lawan. Dan, cukup memungkinkan untuk berkompetisi di kategori yang berbeda,” jelasnya.

Dia juga berterima kasih kepada pihak sponsor yang selama ini banyak memberikan dukungan seperti PDAM Tirtanadi, Ikatan Motor Indonesia (IMI), Verofilter, Karet Deli, dan Ikatan Alumni FT USU.(mag-5)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *