Kepala UPT Asrama Haji Medan Wafat Usai Menerima Penghargaan

Metropolis
KENANGAN: Kepala UPT Asrama Haji, Sutrisno saat menerima Penghargaan SBSN terbaik 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Pelayanan Teknis (UPT) Asrama Haji Medan, berduka. Kepala UPT Drs H Sutrisno meninggal sesaat usai menerima penghargaan dari Pengelola Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbaik tahun 2019 di Aula Gedung Al-Munawwarah Asrama Haji, Rabu (6/2) siang.

Almarhum mengalami penurunan kesehatan, dan mendadak pingsan diacara tersebut, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati, menggunakan mobil Ambulans.


Namun, takdir berkata lain, pihak rumah sakit menyatakan almarhum Sutrisno telah meninggal dunia. “Innalillahi wa innalillahi rojiun. Pak Sutrisno sudah meninggal,” ucap Staf Humas Kemenag Sumut, Imam Mukhair.

Almarhum dimakamkan Rabu (6/2) usai Salat Asar di Pasar V Marelan setelah di salatkan di Masjid Taqwa Karang Berombak. Sebelumnya, Sutrisno akan menggelar temu pers berkaitan suksesnyan

meraih Penghargaan Pengelola Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) terbaik 2018 dan penandatanganan MoU dengan BSM dan BRI Syariah.

Selama menjabat Kepala UPT Asrama Haji Medan, Sutrisno dianggap berjasa merubah wajah Asrama haji kini. Salah satunya, mendapat apresiasi dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin pada Januari 2019 lalu, atas pembangunan gedung UPT Asrama Haji.

Diketahui, Asrama Haji telah empat kali mendapatkan penghargaan dari SBSN. Di antaranya tahun 2014, pembangunan Gedung Madinatul Hujaj seluas 10.120 meter dengan 176 kamar dan dua aula. Tahun 2015, digunakan untuk mobiler gedung. Kemudian tahun 2017, pembangunan Gedung Jabal Nur dan Kamar VIP. Lalu tahun 2018, pembangunan aula yang bisa menampung 1.256 orang dengan 336 kamar untuk jamaah haji.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu pelayanan, Sutrisno telah merevitalisasi Gedung Aziziah menjadi gedung Jabal Nur 6 lantai, di mana lantai 1 untuk lobi, ruang tamu VIP dan audio visual untuk tempat pemutaran video manasik. Lantai 2 untuk perkantoran, ruang rapat dan musala. Lantai 1 sampai 6 ada 80 kamar penginapan dengan kapasitas per kamar 3 orang.

Kemudian, merevitalisasi gedung Raudah dan merevitalisasi dan menata alat peraga manasik jalur SAI Safa dan Marwah. Gedung Mekkah yang sudah berusia 36 tahun juga akan direvitalisasi menjadi ruang makan jemaah, dapur dan tempat laundry di lantai 1.

Lantai 2 untuk ruang tunggu penginapan petugas PPIH dan ruang Siskohat. Merevitalisasi gedung Khandag, membangun galery ATM, membangun media center haji, menambah ruang pemeriksaan jemaah haji wanita, dan revitalisasi gedung Arafah. (man/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *