Ketahuan Gadungan… Karena Razia Pakai Seragam Brimob dan Sabhara

Metropolis
Foto: Oki/PM
Dua pengangguran, yakni Rapi Azlan Siregar, warga Merbau, Labuhanbatu Utara dan Rapi Sawali Syahputra, warga Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan, mengaku anggota polisi yang bertugas di Polres Labuhanbatu, dan nekat memeras polisi asli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua berseragam Polisi ditangkap petugas Intel Brimob Poldasu, Minggu (20/3) malam. Mereka adalah Chandra (24) dan Indra (22), sama-sama warga Jalan Perjuangan, Kel. Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan.

Keduanya diamankan dari Jalan Juanda, Medan Polonia. Waktu itu mereka terlihat sedang berbincang dengan sepasang muda-mudi, yang diyakini baru distop.


Melihat ada 2 petugas melakukan razia dengan menggunakan seragam berbeda (seragam Brimob dan Sabhara), Intel tersebut segera mendekati dan menanyakan KTA masing-masing.

Karena tidak bisa menunjukkan KTA, mereka akhirnya diamankan ke Mako Brimob Poldasu. Dari hasil pemeriksaan terungkap, keduanya ternyata telah berulang kali melakukan aksi serupa.

“Mereka sudah beberapa kali beraksi selama bulan Maret 2017. Lokasinya di Jalan Juanda, Jalan S Parman, dan Jalan Sudirman,” ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP. Nainggolan.

Foto: Oki/PM
Dua pengangguran, yakni Rapi Azlan Siregar, warga Merbau, Labuhanbatu Utara dan Rapi Sawali Syahputra, warga Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan, mengaku anggota polisi yang bertugas di Polres Labuhanbatu, dan nekat memeras polisi asli.

Selain mengamankan Chandra dan Indra, petugas juga mengamankan barang bukti berupa atribut Brimob dan Dalmas, sepatu, rompi polisi, koper rim, baret Brimob, Borgol, kereta BK 4032 WAL, STNK mobil merek Toyota Corolla BK 1683 HL, STNK Toyota Fortuner BK 1146 BJC, tiga unit Hp, 1 dompet, dan 1 SIM A dan KTP atas nama Chandra.

Sementara itu, kedua pelaku mengaku nekat melakukan hal itu karena terobsesi ingin jadi polisi. “Hanya untuk main-main saja bang. Iya kami memang mau jadi polisi tapi nggak kesampaian,” kilah mereka. “Enggak ada untuk apa-apa uangnya. Baru tiga hari kami main,” timpal Chandra.

 

Foto: Oki/PM
Dua pengangguran, yakni Rapi Azlan Siregar, warga Merbau, Labuhanbatu Utara dan Rapi Sawali Syahputra, warga Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan, diinterogasi polisi karena mengaku polisi dan memeras polisi asli.

Ditanya ulang perihal cita-citanya, Chandra sempat terdiam lalu mengaku ingin jadi pengusaha. Sedangkan hasil beraksi biasa digunakan buat foya-foya.

Sementara Indra bersikeras dirinya memang berambisi jadi polisi. Karena itu, katanya, tiap kali beraksi dia suka menggunakan pakaian lengkap kepolisian.

“Kami awalnya cuma ingin gaya-gaya aja. Kalau ide (memeras) ini, dari kawan juga,” terangnya. (oki/ras)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *