Ketum PSSI Minta Exco Tak Boleh Rangkap Jabatan

Olahraga Sepak Bola

Letjen TNI Edy Rahmayadi, memukul drum. Sebanyak 37 tim akan bersaing dalam turnamen sepak bola U-15 bertajuk Edy Rahmayadi Cup di Stadion Kebun Bunga mulai 6 November mendatang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Beberapa hari selepas disahkan menjadi Ketua Umum PSSI periode 2016-2020, Pangkotrad Letjen TNI Edy Rahmayadi langsung membuat titah. Dia melarang seluruh anggota Exco (Executive Committee) untuk rangkap jabatan.


Edy tak mengizinkan 12 anggota Exco yang ada saat ini rangkap jabatan dengan menjadi pemilik atau pimpinan klub, serta ketua Asosiasi Provinsi, dan lainnya.

Mereka yang sebelum dinobatkan sebagai Exco sudah memiliki jabatan lain di PSSI, diminta menanggalkannya. “Harus meninggalkan (jabatannya). Exco harus tinggalkan itu. Nanti kami pelajari. Tapi sebaiknya harus ditinggalkan. Karena bisa mikir klub atau asprov terus,” ungkapnya.

Beberapa orang yang ada di Exco PSSI saat ini memang ada yang rangkap jabatan tak hanya di klub atau Asprov. Ada juga yang menjadi pimpinan perusahaan yang menjadi operator kompetisi.

Mereka adalah Joko Driyono (PT GTS dan PT Liga Indonesia), AS Suwakijaya (PSIS), Johar Lin Eng (Asprov Jateng), Gusti Randa (Asprov DKI Jakarta), ?Yunus Nusi (Asprov Kaltim), dan Condro Kirono (Bhayangkara FC).

Sementara, Edy sendiri harus membagi fokus terhadap perannya sebagai Ketum PSSI dan juga Pangkostrad. Dia pernah menegaskan, tak mungkin menanggalkan posisinya di TNI.

Padahal Edy sendiri sebagai ketua umum juga berstatus rangkap jabatan karena menjabat di klub. Dia berstatus Presiden Komisaris PS TNI dan juga pembina PSMS Medan. (dkk/jpnn/ira/jpg/don)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *