KM Restu Bundo Tenggelam di Perairan Nisel, H5, 1 Lagi Nelayan Belum Ditemukan

Sumatera Utara
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jenazah korban tenggelam KM Restu Bundo, ke Kapal AL, menuju Sibolga. KM Restu Bundo tenggelam di perairan Pulau Pini, Kecamatan Batu Timur, Kab Nias Selatan pada Selasa (19/11).
Adi Laoly/Sumut Pos
EVAKUASI: Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jenazah korban tenggelam KM Restu Bundo, ke Kapal AL, menuju Sibolga. KM Restu Bundo tenggelam di perairan Pulau Pini, Kecamatan Batu Timur, Kab Nias Selatan pada Selasa (19/11). Adi Laoly/Sumut Pos

NIAS, SUMUTPOS.CO – Hingga hari kelima tenggelamnya Kapal Motor Restu Bundo berukuran 5 GT di perairan Pulau Pini, Kecamatan Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, akibat sambaran petir, Sabtu (23/11), seorang nelayan yang hilang belum ditemukan. Kapal nelayan asal Sibolga itu tenggelam pada Selasa (19/11)

“Hingga saat ini sudah ditemukan 6 orang korban. Dua orang selamat, 4 orang meninggal dunia, dan satu orang lagi belum ditemukan tim sar gabungan masih melakukan pencarian,”ungkap komandan pos Sar Nias Sukroadi Sastrawijaya kepada Sumut Pos melalui pesan whatsapp, Sabtu (23/11).


Dijelaskan Sukro, pada hari Minggu (17/11), KM Restu Bundo, bertolak dari Sibolga tujuan mencari ikan.

Namun pada Selasa (19/11) sekira pukul 01.00 WIB, KM Restu Bundo yang sedang berlayar mencari ikan di perairan Pulau Pini, tersambar petir mengakibatkan kapal tenggelam.

“Informasi awal kita peroleh dari dua orang korban selamat atas nama Yanto (40) dan Hutauruk (36) alias Wak Kuru, mereka selamat setelah berenang ke pulau Pini menggunakan jeriken. Kemudian mereka melapor ke Pos TNI AL Pulau Pini,” terang Sukro.

Keterangan saksi selamat, posisi kejadian persisnya tidak diketahui karena terjadi pada malam hari di tengah laut. Namun perkiraan sementara, KM Restu Bundo hilang pada posisi koordinat 00°04’18.-096″S 98°54’27.121’E.

Pada Rabu (20/11), warga Desa Labuhan Bajau Pulau Pini menemukan satu orang korban atas nama Ama Eno Zebua (35) dengan kondisi luka bakar serius. Meskipun Ama Enos sempat mendapatkan pertolongan pertama (medis), nyawanya tidak tertolong. Esok harinya kamis (21/11) tepatnya pukul 11.00 Wib, dia meninggal dunia.

Selanjutnya pada Sabtu (23/11), tim SAR gabungan berhasil menemukan 3 orang korban lainnya, di Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur. Ke-3 korban yang ditemukan ini sudah tidak bisa dikenali lagi, namun dari pengakuan korban selamat ketiganya bernama Meti (40), Dar (40) dan Suparman (40).

“Ketiganya kita temukan pada titik kordinat 00°04’15.781″N 98°44’26.864″E. Kemudian ke tiga korban langsung dievakuasi ke KAL I-2-04/MANSALAR, menuju pelabuhan Sambas Sibolga bersama dengan ke-2 korban selamat,” ungkap Sukro.

“Sampai saat ini, 1 korban lagi yang belum ditemukan atas nama Hutabarat (50). “Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari,” kata Sukro mengakhiri. (adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *