Komisi B Awasi Kinerja Edwin Effendi

Sumatera Utara

rspMEDAN, SUMUTPOS.CO- Sekretaris Komisi B DPRD Kota Medan, Bahrumsyah Lubis mengapresiasi langkah Wali Kota yang telah menetapkan direktur RSU Pirngadi secara defenitif yakni Edwin Effendi. Dia berharap agar direktur dapat meningkatkan pengelolaan dan pelayanan kesehatan di rumah sakit berplat merah ini.

Menurut Bahrum, Komisi B DPRD Medan akan melihat dan mengawasi kinerja direktur. Dalam jangka waktu satu bulan ini, diharapkan direktur yang ditetapkan bisa membuat terobosan-terobosan yang baik bagi rumah sakit. “Ya, seperti membuat keputusan terkait kekurangan tenaga medis, di mana berdasarkan laporan, rumah sakit berplat merah ini masih membutuhkan sekitar 200 tenaga medis lagi. Selain itu, menyelesaikan permasalahan tenaga honor yang jumlahnya mencapai 600 orang lebih,” terangnya.


Mengingat dahulunya, Edwin Effendi merupakan Kepala Dinas Kesehatan tentunya jabatan sebagai direktur rumah sakit akan berbeda. Karena tugas dan tanggungjawab yang diembannya juga cukup berat.

Sebab, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan harus berpedoman kepada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yaitu pengawasan dengan pengelolaan rumah sakit. Sehingga direktur dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik. Terlebih untuk penganggaran BLUD.

Apalagi dalam proyeksi pendapatan tahun 2015, RSUD dr Pirngadi Medan diharapkan memiliki pendapatan Rp185 miliar/tahun. “Jadi ini perlu dilihat direktur baru, terkait jumlah SDM (sumber daya manusia), termasuk gaji. Pelayanan adalah hal nomor satu, karena secara umum, pelayanan di sini masih bermasalah. Jadi perlu ditingkatkan lagi pelayanan itu,” paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin telah melantik beberapa kepada dinas baru di jajaran pemerintahan Kota Medan, salah satunya Direktur RSUD dr Pirngadi yang dahulu di jabat oleh dr Amran Lubis kini ditempati oleh Direktur baru yakni dr Edwin Effendi pada Jumat (5/9) lalu.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan yang baru, Edwin Effendi berjanji akan  menjalin hubungan kekeluargaan dengan seluruh pegawai managemen rumah sakit.

“Kalau selalu bersikap formal rasa memiliki itu akan kurang. Kita di sinikan bekerjanya lebih kepada pelayanan kesehatan. Untuk menjadikan kerjaan ini menjadi amal yang berkah menjalin hubungan yang kekeluargaan, sehingga ini akan menguatkan motivasi dan kerja. Saya berharap semua bisa mendukung, kalau ada kelemahan dan kekurangan, itulah yang menjadi masukan untuk kita benahi untuk mengembalikan kejayaan rumah sakit,” ungkapnya  saat pertemuan pertamanya kepada kepada wartawan di RSUD dr Pirngadi Medan, (8/9).

Untuk mencapai tekad tersebut, katanya, perlu ada kerjasama yang solid baik secara internal petugas rumah sakit maupun eksternal. Berbagai fasilitas dan peningkatan sumber daya manusia menjadi perhatian untuk dikembangkan.”Saya sangat apresiasi dengan dukungan dari rekan sejawat dan para dokter senior. Saya bersyukur dan menganggap semua adalah bagian dari keluarga besar. Saya anggap ini sebuah keluarga. Untuk itu perlu kerjasama dan saling koordinasi,” sebut mantan Kepala Dinas Kesehatan Medan ini.

Untuk segala sesuatu permasalahan, sambungnya, akan dikoordinasikan dan dicari jalan keluar. “Intinya, tujuan saya positif. Bagaimana untuk membangun. Kalaupun ada keterbatasan dan kekurangan akan segera dibenahi,” jelasnya.

Edwin sendiri dilantik Walikota Medan Dzulmi Eldin menjadi Dirut RS Pirngadi, Jumat (5/9). Dia diangkat sebagai dirut defenitif menggantikan posisi dr Amran Lubis SpJP.

Edwin juga berharapan kepada media  mendukung untuk mensosialisasikan dan menginformasikan segala hal yang berhubungan dengan rumah sakit. Terutama informasi kepada masyarakat.

Pergantian Dirut yang baru disambut baik oleh pegawai rumah sakit, khususnya pegawai yang sudah lama bertugas di rumah sakit berplat merat tersebut. Mereka berharap Edwin Effendi dapat meniru kepemimpinan Prof Rizal Basjrah Lubis.

Sosok direktur yang memimpin rumah sakit pada tahun1990 sampai 26 Maret 1998, dinilai pegawai cukup baik dalam memajukan rumah sakit. “Dulu rumah sakit ini sangat kumuh. Begitu tahun 1990, saat Prof Rizal Basjrah Lubis memimpin rumah sakit bangkit menjadi lebih baik.,” kata seorang perawat senior yang ingin ditulis namanya. (nit/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *