Kondisi Bayi Kembar Siam Terus Membaik, Sudah Makan Bubur, tak Pakai Alat Bantu Napas Lagi

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kedua orangtua dan keluarga bayi kembar siam, Adam dan Aris sudah dapat merasa lega. Pasalnya, kondisi Adam dan Aris terus membaik selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan. Keduanya sudah tak lagi memakai alat bantu pernapasan, bahkan sudah bisa makan bubur.

MEMBAIK: Kondisi Adam dan Aris terus membaik setelah dilakukan operasi pemisahan oleh tim medis RSUP HAM Medan, Senin (1/2).

KETUA Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP HAM, Prof dr Guslihan Dasa Tjipta SpA(K) mengatakan, saat ini perawatan terhadap Adam dan Arid sudah memasuki hari ke-12, pascaoperasi pemisahan, Rabu (20/1) lalu. Pada hari pertama hingga ketiga setelah operasi n


pemisahan, kondisinya masih dapat stabil tetapi ada mengalami demam. Namun, beberapa hari kemudian demamnya sudah turun.

“Setelah seminggu dioperasi, kondisinya semakin membaik dan tidak menggunakan ventilator. Adam tidak memakai alat bantu pernapasan lagi sejak 27 Januari, sedangkan Aris pada 28 Januari,” ungkap Guslihan didampingi Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUP HAM saat memberikan keterangan di RSUP Haji Adam Malik, Senin (1/2).

Meski kondisinya telah membaik, sambung Guslihan, kedua bayi asal Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu tersebut, masih tetap mendapat perawatan intensif di Ruangan PICU (Pediatric Intensive Care Unit). Perawatan dilakukan sampai kondisinya lebih baik lagi. “Perawatan intensif masih terus dilakukan terhadap kedua bayi, bahkan dokter yang merawatnya hampir tidak pulang,” katanya.

Kepala Ruangan PICU RSUP HAM, dr Rina Saragih menyampaikan hal senada. Kata Rina, kondisinya sadar penuh, cukup aktif, seperti bayi pada umumnya. Kalau ada stimulasi yang membuatnya menangis, maka Adam dan Aris pun menangis. Bahkan, makan bubur sudah bisa langsung lewat mulut. “Kedua bayi sudah saling berinteraksi, akan tetapi sebatas kontak mata. Sebab masih dalam proses pemulihan pascaoperasi,” ujar Rina.

Disinggung kapan akan dipindahkan ke ruang perawatan umum, Rina belum bisa memastikan, karena sampai sekarang masih harus dilakukan perawatan intensif. “Nanti tergantung bagaimana kondisi kedua bayi, kalau memang sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan biasa (umum) maka tentunya akan dilakukan,” ucapnya.

Sementara, dr Utama Abdi Tarigan SpBP-RE (K) menjelaskan, setelah dilakukan operasi pemisahan, luka bekas operasi besar sekali hingga ke bagian dada. Bahkan, harus mempergunakan kulit dari bayi itu sendiri untuk menutup lukanya. “Kami memindahkan kulit beserta jaringan di bawahnya. Saat proses pemindahan tersebut, terjadilah tension (ketegangan), lukanya lebih tegang sehingga ada beberapa bagian ujung-ujung kulitnya yang disambung itu mati,” terang Utama.

Karena itu, lanjut Utama, harus segera dilakukan tindakan lantaran bisa menyebabkan infeksi. “Makanya, kita putuskan pada hari kelima setelah operasi untuk mengangkat kulit yang mati tersebut dan dibuang. Oleh sebab itu, dilakukan operasi lanjutan dan menggantinya dengan kulit di bagian paha. Artinya, kita cangkok kulit dari bagian kulit paha untuk menutup lukanya,” papar dia.

Menurutnya, luka bekas operasi sudah tertutup sekitar 95 persen dan tinggal sedikit lagi. Untuk itu, diharapkan melalui pemberian asupan nutrisi yang baik sehingga bisa tertutup dengan sendirinya. “Lukanya sudah kering tetapi ada sedikit yang masih terbuka. Akan tetapi, tidak perlu ada operasi lagi dan tinggal perawatan pemulihan saja. Selain itu, beberapa jahitan akan dilepas agar risiko infeksi bisa dihindari,” tandas Utama.

Ibu kandung bayi, Nur Rahmawati mengaku sangat senang kondisi kedua buah hatinya berangsur-angsur membaik. Terlebih, sudah dapat memanggilnya. “Alhamdulillah sudah sempat bertemu langsung setelah beberapa hari operasi pemisahan, rasanya senang dan bahagia banget. Apalagi, sudah bisa panggil umi,” ungkap Nur.

Diketahui, Adam dan Aris berhasil dipisahkan oleh tim medis RSUP HAM, Medan, Rabu (20/1). Pemisahan kedua bayi asal Kabupaten Labuhanbatu ini dilakukan setelah menjalani operasi sekitar 9 jam lebih mulai pukul 08.00-17.40 WIB. Kemudian, dilakukan tindakan setelah operasi dan kedua bayi baru bisa dipindahkan ke ruang PICU pada pukul 21.00 WIB. (ris)

loading...