Konsultasi PKM, Lokakarya, dan FGD, Bupati Asahan Bahas Pengembangan Irigasi

Sumatera Utara

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H Surya BSc membuka acara Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM)/Konsultasi Publik, Lakakarya, dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia Fase I Asahan di Aula Hatel Marina Kisaran, Selasa (11/1). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Pupr (PUPR) Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Air  (PSDA) bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan Project Preparation Consultant (PPC) Asahan.

SAMBUTAN: Bupati Asahan H Surya BSc memberi kata sambutan saat membuka acara PKM/Konsultasi Publik, Lakakarya, dan FGD Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia Fase I Asahan di Aula Hatel Marina Kisaran, Selasa (11/1).

Di kesempatan ini Project Director dan Agriculture and Business Expert International PPC Asahan Dimyati Nangju mengatakan, atas nama Management dan Konsultan Project Preparation atau PPC untuk Asahan Irrigation System Development Fase 1 di Sumatra Utara, mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan undangan dalam Publik Konsultasi Masyarakat (PKM) fase ke-2 yang diadakan di Kisaran.


“Sebelum kami menyelesaikan studi ini, kami perlu sekali melakukan konsultasi dengan semua stakeholders di proyek area yang terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk mengkorfirmasi temuan dan rekomendasi yang telah kami susun dalam laporan Feasibility Study kami,” kata Dimyati.

Dimyati juga mengatakan Proyek Asahan Fase 1 adalah salah satu proyek irigasi yang sangat besar di Indonesia karena luasnya mencapai 44,000 hektare.

Di tempat yang sama Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI yang diwakili oleh Kasubdit Wilayah I Direktorat Irigasi dan Rawa, Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR RI Parlinggoman Simanungkalit ST MPSDA mengatakan, dalam rangka ekstensifikasi lahan sawah beririgasi teknis, Direktorat Irigasi dan Rawa melakukan kegiatan Development of Asahan irrigation System In North Sumatero (Fase I) di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang merupakan rangkaian studi mulai dari master plan, studi kelayakan, dan detail desain yang didanai dari Asian Development Bank (ADB).

Sebagaimana diketahui bahwa potensi pengembangan lahan pertanian di Kabupaten Labuhanbatu Utara dan sekitarnya telah diidentifikasi sejak tahun 1980-an. Identifikasi awal diperoleh informasi potensi pengembangan mencapai 110.000 hektar. Mengingat adanya perubahan tata guna lahan dan perkembangan yang terjadi pada areal tersebut, pada tahap pertama ini, identifikasi untuk pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas 40.000 hektare.

Sementara Bupati Asaha H Surya BSc pada bimbingan dan arahannya mengatakan, berdasarkan arahan Presiden RI yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, bahwa pembangunan infrastruktur pelayanan dasar bidang irigasi pada tahun 2024 ditargetkan akan dibangun bendungan multiguna sebanyak 63 unit dan jaringan irigasi baru sebanyak 500.000 haktare. Pemerintah Kabupaten Asahan menyatakan siap mendukung penuh dan berpartisipasi dalam mewujudkan target capaian dimaksud. (dat/azw)

“Di Kabupaten Asahan, terdapat satu daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat yaitu daerah Irigasi Rawa Sei Lebah seluas 3.031 hektare yang saat ini kondisi pengolahan infrastrukturnya perlu mendapatkan perhatian. Kami berharap kegiatan perencanaan pengembangan sistem irigasi Asahan ini tidak terhenti pada tahapan perencanaan namun dapat dilanjutkan pada tahap konstruksi, hingga operasional dan pemeliharaan sistem jaringan irigasi,” tutur Bupati Asahan.(dat/azw)

loading...