Konvoi dan Aksi Corat-coret Siswa SMK Dibubarkan Polisi, 40 Sepedamotor Diamankan

Metropolis
Triadi Wibowo/Sumut Pos
KONVOI: Siswa-siswi melakukan corat-coret dan konvoi di Jalan Balai Kota Medan, Kamis (28/3). Polisi mengamankan 40 sepeda motor sekaligus menilang karena melanggar UU Lalu Lintas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan pelajar dari berbagai Sekolah Tingkat Kejuruan (SMK) di Kota Medan berkonvoi kendaraan di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (28/3). Mereka meluapkan kegembiraannya usai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Di sana, ratusan pelajar itu melakukan corat-coret pakaian sekolah. Tak cuma itu konvoi pelajar yang terdiri dari sejumlah SMK itu membahayakan pengguna jalan lain. Kebut-kebutan dan ugal-ugalan di kawasan Lapangan Merdeka.


Konvoi tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian. Ratusan konvoi tersebut dihentikan aparat kepolisian. Puluhan personel polisi dari Lantas dan Sabhara turun menertibkan konvoi itu. Menggunakan kendaraan taktis, belasa polisi menggunakana kendaraan bermotor dan kendaraan taktis mengurai massa konvoi. Menggunakan pengeras suara, siswa-siswa SMK itu diperintahkan.

Apalagi, konvoi itu menyebabkan kemacetan, hingga pukul 17.30 WIB, Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Balaikota mengalami kemacetan, tepatnya di simpang Kantor Lonsum. Begitu juga arus lalu lintas di Jalan Stasiun Kereta Api, Jalan Pulau Pinang hingga Jalan Hindu.

Akibat konvoi kendaraan ratusan pelajar tersebut, jalan di seputaran kawasan Lapangan Merdeka macet total. Kondisi ini bisa dibilang terjadi tiap tahun seusai pelaksanakan UN. Sayang tak ada tindakan tegas, alih-alih pembubaran.

Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juli Prihantini kepada Sumut Pos mengatakan, setidaknya ada puluhan unit sepedamotor diamankan karena tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen resmi kendaraaan.

“Kita keluarkan 40 tilang dan mengamankan kendaraan bermotor milik pelajar yang tidak memilki dokumen. Kita harapkan pelajar tadi memanggil orangtuanya agar kita beri penyuluhan dan imbauan ager tertib berkendara,” ungkap Juli via seluler.

Mantan Kapolsek Medan Area ini mengatakan akan kembali memberi tindakan bagi konvoi serupa yang diprediksi masih akan terjadi mengingat masih ada UNBK SMA dalam sepekan ke depan. “Kalau ada konvoi lagi akan kita tertibkan lagi. Makanya kita imbau kepada orangtua agar tidak membiarkan anaknya ikut-ikutan konvoi ini. Sudah jelas konvoi begini membahayakan keselamatan diri pelajar itu sendiri,” pungkasnya.

Hingga pukul 18.30 WIB, petugas masih melakukan penertiban gelombang konvoi kendaraan dari para pelajar yang hadir di Lapangan Merdeka. Menggunakan pengeras suara dari atas kendaraan taktis, polisi meminta para pelajar agar pulang

Selanjutnya, polisi mengiring para siswa untuk bubar dan meninggalkan lokasi konvoi di Jalan Balai Kota, Jalan Ahmad Yani, Jalan Stasiun Kereta dan Jalan Pulau Pinang.

Kemendikbud RI Berkunjung ke Disdiksu

Sementara itu, di hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Ajaran 2018/2019 tingkat Sumut, Kamis (28/3) kemarin. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut menerima kunjungan tim UN dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Ini sedang datang tim dari Kementerian di Disdik Sumut, sedang berbicara sama mereka,” ungkap Ketua UN Tingkat Provinsi Sumut, August Sinaga saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin siang.

August mengatakan, kehadiran tim UN Kemendikbud juga dalam rangka kordinasi untuk pelaksanaan UN di Sumut.”Kordinasi juga lakukan keseluruhan dalam pelaksanaan UN,” tutur August.

Ia mengklaim pelaksanaan UN di Sumut berjalan dengan lancar, tanpa ada kendala dan keluhan diterima dimasing Pos Dinas Cabang (Discab) di Provinsi. Kini, pihaknya tengah fokus persiapan pelaksanaan UN Sekolah Menengah Atas (SMA) dan ?Madrasah Aliyah (MA). Yang akan berlangsung 2 hingga 8 April 2019. “Kita persiapkan dengan pelaksanaan UN selanjutnya, SMA dan MA, pekan depan. Untuk persiapkan sudah mantap, tinggal pelaksanannya saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pelaksanaan UN di Sumut diikuti 965 sekolah SMK, terdiri Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjumlah 940 sekolah dan Ujian Nasional Kerta Pingsil (UNKP) sebanyak 25 sekolah. Siswa mengikuti UNBK sebanyak 89.490 siswa dan UNKP berjumlah 736 siswa dengan total 90.226 siswa. (dvs/gus/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *