Korban Pembunuhan Ternyata Ketua Geng Motor

Hukum & Kriminal
Tersangka Dedek (tengah).
Tersangka Dedek (tengah).

MEDAN- Setelah dua hari menjadi buronan polisi, pembunuh M Ikhsan (20) alias Dragon warga Jl. Tangguk Bongkar I, Medan Denai ditangkap Unit Jahtanras Polresta Medan dari kediaman pamannya di Dusun I, Tani Asli, Desa Tanjung Gusta, Kec. Sunggal, Selasa (8/10) malam.

 


Paska Siregar alias Dedek (22), mengaku terpakasa menghabisi Dragon, karena takut dihabisi terlebih dahulu oleh korbannya. Terlebih ketika mendengar pengakuan korban yang menyebut sebagai Ketua Geng Motor Prokal.

“Khilaf aku bang. Nyesal kali aku. Biarlah hukuman yang pantas aku jalani untuk menebus kesalahan aku. Aku sama dia ngak kenal kali, cuma kenal-kenal gitu aja. Katanya dia ketua genk motor Prokal,” ujarnya saat berada di ruang Satreskrim Polresta Medan, Rabu (9/10) sore.

Penikaman itu bermula, karena korban bersama empat temannya mendatangi Warnet G-Net tempatnya bekerja sebagai operator. “Mereka datang berlima ke warnet, tiba-tiba dibentak-bentaknya aku. Aku lawan, habis itu dibilangnya mau ditikamnya aku,” ucap Dedek.

Takut menjadi korban penikaman, Dedek terlebih dahulu mengambil gunting yang ada di dalam laci tempatnya bekerja. “Dari pada aku ditikamnya duluan, aku ambil lah gunting dari dalam laci, aku tikamkan perutnya,” sambungnya.

Setelah penikaman itu, korban berencana melarikan diri dengan keluar dari warnet. Melihat itu, Dedek dengan cepat mengejarnya dan kembali menikamkan leher bagian belakangnya hingga korban terkapar tewas bersimbah darah. “Lari dia habis kutikam itu, aku kejar. Disitu aku tikam lehernya, dia pun langsung jatuh,” jelas pria berambut ikal ini.

Menurutnya, dirinya sama sekali tidak kenal dengan korban. “Nggak kenal kami sebelumnya, cuma dia sering juga main ke warnet,” ucap Dedek yang baru 3 minggu bekerja di warnet itu.

Mengenai motif penikaman yang sempat disebut-sebut perebutan cewek, langsung dibantah Dedek. “Bukan masalah cewek, cewek aku nggak ada diganggunya,” sebutnya.

Dedek mengaku sangat menyesali perbuatannya tersebut. “Nyesal kali aku bang, karena diancamnya mau ditikamnya aku. Makanya kutikam duluan, dibentak-bentak nya pulak,” cetusnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Jean Celvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi mengatakan kalau motif pembunuhan karena tersangka sakit hati dibentak-bentak oleh korbannya. “Motifnya karena sakit hati,” ujar perwira satu melati emas di pundaknya ini.

Menurutnya, Dedek ditangkap tanpa ada perlawanan dari kediaman pamannya di kawasan Dusun I Tani Asli Desa Tanjung Gusta, Kec. Sunggal. “Kita tangkap tanpa ada perlawanan dari rumah pamannya dikawasan Sunggal,” katanya. (eza/bud)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *