Korut Minta Kesaksian Pembelot

Internasional

SEOUL – Membelotnya empat warga Korea Utara (Korut) ke Korea Selatan (Korsel) pekan lalu, membuat Pyongyang kebakaran jenggot. Senin (7/3), Korut mendesak Korsel membawa empat warganya ke perbatasan. Menurut rencana, mereka akan dipertemukan dengan keluarga masing-masing.

Dalam pesan tertulis yang dilayangkan ke Seoul, Palang Merah Korut mengaku tersinggung atas keputusan Korsel yang menerima begitu saja pembelotan empat warganya. Pyongyang yakin, pemerintahan Presiden Lee Myung-bak memaksa keempat warga Korut tersebut membelot ke Korsel. Konon, kecurigaan senada juga diungkapkan keluarga empat warga Korut yang membelot itu.


“Anggota keluarga dan teman dekat empat warga Korut tersebut bersaksi bahwa keempatnya tak mungkin membelot ke Korsel atas keinginan mereka sendiri. Sebab, mereka berempat tak punya alasan kuat untuk meninggalkan Korut,” terang Korean Central News Agency, mengutip keterangan sanak-saudara dan keluarga keempat pembelot.

Berdasar kesaksian tersebut, Korut lantas mengusulkan pertemuan di Desa Panumjom yang terletak di perbatasan dua negara Rabu lusa (9/3).  Selain mempertemukan keempat pembelot dengan keluarganya, pejabat Korut juga berniat menemui perwakilan pemerintah Korsel. Dalam pertemuan itu, keempat pembelot diminta menyatakan keputusan mereka untuk tinggal di Korsel di hadapan keluarga.

“Korut berusaha menggunakan anggota keluarga (keempat pembelot) sebagai sandera, agar mereka berempat berubah pikiran,” kata Baek Seung-joo dari Institut Korea untuk Analisis Pertahanan yang bermarkas di Kota Seoul, seperti dikutip Agence France-Presse.

Terpisah, Lee Hae-Young menyesalkan taktik licik Korut dengan melibatkan anggota keluarga empat pembelot. Sekjen Asosiasi Pembelot Korut di ibu kota Korsel itu curiga. “Rasanya, mereka semua diancam. Jika tidak dengan hukuman di kamp konsentrasi pasti relokasi ke wilayah terpencil,” katanya. (hep/dos/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *