KRI Bima Suci Berlabuh di Pelabuhan Baru Nias Selatan

Sumatera Utara

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci tiba dan berlabuh di Pelabuhan Baru Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Rabu, (13/10).

SINGGAH: KRI Bima Suci saat singgah di Pelabuhan Baru, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Rabu, (13/10).

Kedatangan Kapal Latih Taruna AAL itu disambut langsung oleh Komandan Lanal Nias (Danlanal) Kolonel Laut P Antonius Hendro Prasetyo bersama Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres Nias, dan Masyarakat Nias Selatan.


Danlanal Nias, Kolonel Laut P Antonius Hendro Prasetyo kepada wartawan menyampaikan terkait kunjungan kedatangan KRI Bima Suci memasuki Nias memang sudah dikordinasikan dan komunikasikan sebelumnya dengan komandan KRI maupun palaksa KRI Bima Suci, bahwa ada rencana kerjasama memasuki Nias.

“KRI Bima Suci ini berlayar dari tanggal 27 Juli keliling di wilayah timur dan ada rencana ada 14 kota yang dikunjungi. Kepulauan Nias adalah ke 11 yang dikunjungi oleh KRI Bima Suci, saya berterima kasih dan bangga dengan adanya kedatangan KRI Bima Suci, ini merupakan momentum yang sangat penting dan berharga bagi masyarakat Kepulauan Nias karena selama di kepulauan Nias sendiri sangat jarang sekali kunjungan dari kapal perang KRI,” beber Danlanal Nias.

Ditambahkannya, kehadiran Kapal aktif Taruna ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Nias terutama Nias Selatan. Karena, dengan adanya kapal ini masyarakat bisa tahu bahwasanya di TNI AL ada akademik angkatan laut (AAL) yang nantinya akan mendidik dan melatih pemuda hingga bisa terpanggil menjadi perwira TNI AL.

“Jadi sudah kita siapkan jauh-jauh hari termasuk kanon kegiatan apasaja kegiatan mereka selama tiga hari kedepan sudah direncanakan dengan baik, dan KRI Bima Suci ini datang kepulauan Nias dari tanggal 13 sampai dengan 16 Oktober,” ucapnya.

Kapal KRI Bima Suci merupakan kapal aktif Taruna AAL dimana difungsikan memang berpergian untuk berlayar untuk melatih taruna-taruni TNI AAL, kemudian mereka akan mempraktekkan apa yang mereka terima selama di akademi TNI AAL.

Lanjutnya, di kapal ini ada berbagai korps ditaruna, ada korps taruna top laut teknik elektro, top satelit semuanya mereka belajar sambil berlayar dan mempraktekkan selama di akademik di TNI AAL.

Kapal KRI Bima Suci ini adalah kapal latih baru yang dimiliki oleh TNI AL yang sebelumnya dulu kapal latih Dewaruci dan ini sebagai pengganti KRI Dewaruci.

“Dengan kedatangan kapal KRI Bima Suci ini dapat menarik minat masyarakat yang ada di Kabupaten Nias Selatan dengan melakukan promosi terutama para pemuda pemudi lulusan SMA yang nantinya mereka bisa mendaftarkan diri bergabung dengan kita di TNI melalui akademik TNI AAL”, harapnya.

Ditempat yang sama, Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut P Waluyo menjelaskan bahwa KRI Bima Suci melaksanakan pelayaran pada tahun 2021 ini dalam rangka operasi ‘Kartika Jalarida’ dengan melewati 14 titik singgah dan salah satunya adalah Nias.

“Kita berangkat dari Surabaya mulai pada tanggal 26 Juli kemudian kita berlayar ke Labuan Bajo, Tual, Papua Nugini, Jaya pura, Raja Empat, Morotae, Sebatik perbatasan dengan Malaysia, Tarakan, Natuna, Sabang dan akhir kita singgah di Nias”, ucap Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut P Waluyo.

Setelah dari Nias Kapal KRI Bima Suci akan melanjutkan ke Cilacap, Bali dan kembali ke Surabaya.

“Ada 197 ondot personil, 89 adalah Taruna AAL, 18 staf TNI AL, kemudian 90 kru kapal KRI Bima Suci. Dari 89 Taruna ini ada 12 Taruna perempuan. Mereka terdiri 4 korps saat ini ada pelaut, teknik, elektronik, dan shape. Kemudian kita mempunyai satu korps lagi adalah marinir yang nanti rencananya onbud di Cilacap, jadi total keseluruhan taruna adalah 112 dan 23 marinir belum bisa berlayar mereka masih melakukan pelatihan pendidikan komando sehingga nanti mereka akan bergabung ketika berada di Cilacap,” imbuhnya.

Letkol Laut P Waluyo pun mengucapkan terimakasih kepada Komandan Lanal Nias (Danlanal Nias) yang telah melaksanakan persiapan penyambutan KRI Bima Suci. Dirinya mengakui ada maksud dengan kedatangan pihaknya, yaitu Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki laut yang sangat luas dan dapat membangun maritim yang lebih luas lagi, akan menciptakan budaya maritim dan lebih mencintai laut. 

“Dengan harapan ke depannya para pemuda pemudi yang ada di Pulau Nias ini tertarik mau tidak mau kita hidup di antara laut harus menjaga dengan sebaik-baiknya,” harapnya. (mag-10/ram)

loading...