Kuenya Bikin Penasaran Oprah Winfrey, Nicole Kidman, hingga Celine Dion

Metropolis

Berkat kerja keras dan ketekunannya, Handi Mulyana kini dikenal dunia internasional sebagai cake decorator. Pria asal Cianjur, Jawa Barat, yang bermukim di Sydney, Australia, itu pernah melayani pesanan kue para selebriti dunia. Antara lain, Nicole Kidman, Celine Dion, Rihanna, Oprah Winfrey, dan yang terbaru Khloe Kardashian.

NORA SAMPURNA, Jakarta


SUKSES: Handi Mulyana, Cake Decorator asal Cianjur yang Sukses di Sydney.//google.com
SUKSES: Handi Mulyana, Cake Decorator asal Cianjur yang Sukses di Sydney.//google.com

“SAYA menemukan passion terhadap kue pada umur 13 tahun. Sejak itu saya tahu apa yang benar-benar ingin saya pelajari,” ujar Handi Mulyana saat dihubungi lewat sambungan telepon internasional, Rabu (4/12).

Nama Handi di dunia kuliner Australia cukup dikenal. Selain memiliki studio kue untuk melayani pesanan klien, pria kelahiran 28 Oktober 1975 tersebut familier bagi penggemar kompetisi Master Chef Australia. Ya, berkat kehebatannya membuat dan mendekorasi kue, Handi pernah dipercaya menjadi juri tamu kompetisi masak bergengsi itu.

Ketertarikan Handi berawal saat mengunjungi rumah tantenya. Ketika itu sang tante sedang menghias kue dengan butter cream. Handi hanya memperhatikan apa yang dilakukan tantenya. Di rumah, dia lantas mempraktikkannya.

Handi sebenarnya mengenal baking sejak kecil. Orang tuanya memiliki toko kue Tan Keng Cu Bakery di Cianjur. Kakek-nenek, om-tante, dan anggota keluarga yang lain menekuni bidang yang sama. Tetapi, yang lebih menarik minat Handi adalah seni dekorasi kue. Tidak sekadar membuat kue-kue lezat yang memanjakan lidah, tetapi juga memanjakan mata karena hiasannya.

Melihat bakat Handi, orang tuanya menyarankan agar anak kedua di antara lima bersaudara itu mengambil kursus masak di Bandung. Maka, pada suatu liburan sekolah (saat itu usianya masih 13 tahun), Handi mengisinya dengan belajar membuat kue. Setelah itu, dia semakin jatuh cinta pada bidang masak-memasak kue. Hari-hari bermainnya lebih banyak tercurah di dapur rumah.

Setamat SMP di Cianjur, Handi melanjutkan SMA di Bandung. Saat di Bandung itulah dia mulai mempraktikkan ilmunya membuat kue untuk teman-teman sekolah. “Pokoknya, kalau ada teman yang ulang tahun, saya yang bikin kuenya,” kenang dia.

Pada 1994 Handi lulus SMA dan memutuskan untuk meneruskan pendidikan di Sydney, Australia. Di sana dia menempuh diploma in hospitality di William Blue College, Sydney. Kemudian mengambil kursus di NSW Cake Decorating Guild, dilanjutkan diploma in cake making and decorating, NSW TAFE.

Untuk menyambung hidup, selepas kuliah, Handi bekerja di Hotel JW Marriott Sydney, menangani event selama 7 tahun. “Sambil bekerja di hotel, saya menerima order kue di rumah,” ungkap pria yang masih melajang tersebut.

Handi merintis bisnis kue dengan nama Handi”s Cakes pada 2000. Namun, baru 2010 dia memiliki studio sendiri. Studio yang terletak di Kingsford, dekat University of New South Wales, tersebut juga dimanfaatkan sebagai kelas untuk cake decorating.

Yang membuat kreasi kue-kue Handi istimewa adalah desainnya. Dia menyebutkan, di Australia, cake decorating mulai populer sekitar 2005. Ketika itu dirinya bekerja di Planet Cake, toko kue besar sekaligus sekolah cake decorating yang berbasis di Sydney.

“Tren cupcake yang muncul pada 2006 atau 2007 juga menarik banyak orang untuk belajar menghias kue,” paparnya.

Menurut Handi, untuk menjadi cake decorator, yang diperlukan adalah imajinasi, ketelitian, serta kerapian. Juga, rajin meng-update teknik-teknik baru dalam bidang cake decorating. “Misalnya, butter cream sekarang sudah jarang dipakai. Lebih banyak bermain fondant karena teksturnya lebih kuat, menyerupai clay, bisa dibentuk menjadi bermacam figurine sehingga memudahkan untuk berkreasi,” beber juri tamu Master Chef Indonesia season II itu.

Untuk menyelesaikan satu kue, Handi memerlukan waktu 2″3 hari. Sebab, ada tahap pengerjaan figur atau detail hiasan, lalu merangkainya pada kue. Yang paling susah adalah mencari ide desain. Sebab, sering sudah ada yang membuat ide itu.

“Terkadang saya dapat ide, keren nih sepertinya. Eh, waktu ngecek di internet, sudah ada yang mirip. Harus lebih kreatif supaya hasilnya beda,” ujarnya.

Hingga sekarang, sudah 20 tahun Handi menekuni baking. Untuk wedding cake, ciri khas kreasi Handi adalah tampilan kue yang elegan dengan warna-warna soft.

“Untuk birthday atau special occasion, saya suka bikin kue yang outdare, menantang. Semakin sulit semakin seru,” ungkapnya.

Salah satu yang paling menantang adalah ketika mendapat pesanan bertema park. Klien menginginkan bianglala dan carousel di atas kue bisa berputar. Meski begitu, dia mampu memenuhinya.

Sebagai ahli kue, Handi pernah mendapat banyak penghargaan. Antara lain, First Prize Royal Easter Show for Most Creative Cake pada 2009. Pada tahun berikutnya, dia meraih juara ketiga dalam event yang sama. Kemudian, Australia”s Best Cake Decorator of the Year from Wedding Expert pada 2011, Top 10 Best Wedding Cake Expert rank 5 in Worldwide pada 2012, dan terakhir meraih Australia”s Favourite Cake Decorator dari ADCN pada 2013.

Kualitas dan komitmennya yang tinggi terhadap cake decorating menjadikan Handi dipercaya membuat kue untuk selebriti dunia. Mulai Nicole Kidman, Celine Dion, Rihanna, sampai Oprah Winfrey. Kidman memesan kue untuk anniversary pernikahannya. Kue itu simpel dengan keseluruhan warna putih yang dihiasi bunga.

Kue untuk Dion bersusun tiga. Ada bola dunia dan figurine dirinya beserta keluarga. Kemudian, kue ulang tahun ke-22 Rihanna bermotif zebra print. Sementara itu, kue pesanan Oprah bernuansa pink dengan hiasan sepatu bot kecil di atasnya.

Yang terbaru, Handi membuat kue untuk bintang televisi dan presenter Khloe Kardashian. Kue berbentuk high heels itu dibuat untuk perayaan launching shoe line milik Khloe di Sydney dua pekan lalu. Adik Kim Kardashian tersebut mem-posting foto saat memotong kue bikinan Handi di akun Instagram pribadinya.

“Mereka memesan kue ketika sedang berada di Australia. Biasanya saya antar sendiri agar tidak rusak di jalan,” ujar Handi.

Dia menjelaskan, biasanya para selebriti memesan secara mendadak. Oprah Winfrey, misalnya. Manajer Oprah menelepon Handi Senin pukul 14.00, pesan kue untuk Rabu pukul 10.00, dan minta diantar ke tempat menginap host The Oprah Winfrey Show itu di Melbourne.

Begitu pula, kue pesanan penyanyi Rihanna dan presenter Khloe diselesaikan dalam waktu singkat. Biasanya Handi harus lembur untuk menyelesaikan order spesial itu. “Begitu kuenya jadi, orangnya suka sama karya kita, lupa deh kalau harus lembur dan kerja keras,” lanjut Handi lantas tertawa.

Masalah pengiriman menjadi tantangan tersendiri dalam bisnis kue. Handi memilih mengantarkan sendiri untuk memastikan kuenya diterima dengan selamat oleh klien. “Bawa kue sudah kayak bawa baby saking hati-hatinya. Ada emotional attachment yang kita berikan saat membuat dan menghias kue,” kata penyuka traveling tersebut.

Selain menerima order, Handi mengajar cake decorating. Bahkan, dia sering diminta mengisi kelas di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Spanyol, Filipina, Thailand, Singapura, Malaysia, dan tentu saja Indonesia. Mulai 2013 ini dia merambah kelas online agar bisa dijangkau secara lebih luas. Tapi, mengajar kelas secara offline diakui lebih menyenangkan karena bisa berinteraksi langsung dengan para murid.

“Juga, lebih efektif buat murid karena bisa bertanya dengan detail. Kalau kelas online, hanya lewat video,” terang pria yang menjadi warga negara Australia sejak 2007 tersebut.

Meski sudah hampir dua dekade menetap di luar negeri, Handi tetap merindukan Indonesia. Terutama kota asalnya, Cianjur. Apalagi, keluarga Handi masih tinggal di sana. Karena itu, setiap tahun dia menyempatkan diri untuk pulang kampung, minimal dua kali. Biasanya dibarengkan dengan skedul dia di Indonesia seperti mengisi workshop di Jakarta, Bandung, dan kota lain.

“Kangen orang tua, saudara-saudara, sama makanan batagor dan bala-bala. Sebenarnya di Sydney juga ada, tapi rasanya beda,” tuturnya. (*/c5/ari/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *