Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Dana TPAPD Tapsel

Metropolis

Medan-Sidang dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) di Sekda Pemkab Tapsel Tahun 2004-2005 kemarin kembali digelar. Pada sidang yang dihelat di ruang utama Pengadilan Tipikor Medan itu, Terdakwa Rahudman Harahap meminta sidang berikutnya digelar hingga malam hari.
“Pak Hakim saya mohon supaya persidangan saya bisa digelar sampai malam hari. Dengan Jaksa supaya menghadirkan semua saksi yang ada sehingga bisa cepat selesai,” ujar Terdakwa Rahudman kepada Majelis Hakim yang diketuai Sugiyanto, Rabu (5/6).
Sugiyanto pun sepakat. Dia meminta kepada jaksa agar seluruh saksi dari pihak penuntut dapatn
dipanggil maksimal dalam tiga kali sidang ke depan.

“Apakah pihak jaksa dapat menghadirkan saksi dari camat dalam dua kali sidang berikutnya? Jadi seluruh saksi, termasuk saksi ahli, dapat dihadirkan maksimal dalam tiga kali sidang lagi,” kata hakim.


Tanpa banyak membantah, jaksa pun menyanggupi permintaan tersebut. Belakangan, setelah sidang, Jaksa Penuntut, Polim Siregar, mengatakan sidang sampai malam sejatinya lumayan sulit direalisasikan.  “Kalau sidang sampai malam jelas tak mungkin, tapi karena itu permintaan, ya, bisa saja kita usahakan,” kata Polim
Polim menjelaskan arti kata ‘tak mungkin’ itu karena posisi saksi yang berada jauh dari lokasi sidang digelar. “Tapi, ya, bisa saja kita usahakan,” ulang Polim.

Saat ditanya maksud dari terdakwa terkait permintaan sidang sampai malam itu, Polim tak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan, terdakwa pasti punya maksud tertentu. “Mungkin saja ada targetnya,” katanya.
Pada sidang kemarin, jaksa menghadirkan Ali Amri Siregar selaku Pelakasan Tugas (Plt) Kabag Keuangan tahun 2005 dan Hasiruddin selaku Kasubag Perbendaharaan di Sekretariat Daerah Tapanuli Selatan pada tahun 2004-2006. Mereka dihadirkan untuk menanyakan prosedur pencairan dana tunjangan untuk aparat pemerintah daerah tersebut.
Ali Amri mengatakan pengajuan dana TPAPD pada 6 Januari 2005 sebesar Rp1,035 miliar ditandatangani oleh Sekda Pemkab Tapsel Rahudman Harahap dan Pemegang Kas Sekda Pemkab Tapsel Amrin Tambunan. Pun, saksi Hasiruddin mengatakan Surat Permintaan Pembayaran Kas (SPPK) Sekda Pemkab Tapsel untuk pencairan dana TPADP yang mendatangani adalah terdakwa.
Jaksa juga memanggil mantan Camat Sipirok Muhammad Tahir. Tahir membenarkan, pada tahun 2005 beberapa kepala desa pernah mendatanginya untuk menanyakan mengapa dana TPAPD tahun 2005 triwulan III dan IV terlambat cair. Pencairan dana tersebut baru terealisasi pada tahun 2007.
Jaksa pun bertanya apakah pernah tunjangan yang sifatnya rutin tersebut telat sampai satu setengah tahun. “Tidak pernah, Pak,” katanya mengakhiri kesaksian. (far)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *