Lapas Binjai Dapat Apresiasi di Simulasi Penilaian WBK/WBBM

Sumatera Utara
IKUTI: Enam satker yang terdiri Lapas maupun Rutan saat mengikuti penguatan dan penilaian simulasi WBK/WBBM di Kanwil Kemenkumham Sumut.
 

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Binjai mengikuti penguatan dan simulasi penilaian Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Aula Lantai 5 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, Kamis(1/10).

Selain Lapas Binjai, juga ada 6 satuan kerja lainnya yang mengikutinya. Kalapas Kelas II A Binjai, Maju Amintas Siburian mengutus Ketua Pembangunan zona integritas Lapas Binjai, Syamsinar Simatupang dan sejumlah staf lainnya untuk mengikuti simulasi tersebut. Kalapas berhalangan hadir karena sedang berduka.


 “Penguatan dan simulasi ini digelar bersama Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Min Usbihen dan Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi, Milton Hasibuan,” kata dia, Minggu (4/10).

 Dalam kegiatan simulasi ini, Lapas Binjai menunjukkan video yel-yel yang dipimpin Ketua Tim Pokja II, Sahat Sihombing. Yel-yel yang dilakukan terlihat antusias dan kompak. Ini menunjukkan komitmen Lapas Binjai dalam membangun zona integritas.

“Kami mendapat apresiasi terhadap keberanian dan semangat Lapas Kelas II A Binjai untuk tampilkan pemaparan dengan solid,” sambung Ketua Pembangunan Zona Integritas, Syamsinar Simatupang.

 Karenanya, Stafsus Menteri yang mengikuti simulasi penguatan dan penilaian ini mengajak agar jajaran Lapas Binjai tetap solid selalu. Sementara, Stafsus Menteei menyampaikan, ada tiga poin penting perubahan yang perlu diperhatikan.

Adalah, perubahan prosedur, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia. Juga ada tiga hal yang perlu disiapkan dalam penilaian nanti. Yakni, yel-yel, video profil dan paparan dengan durasi sama, 15 menit. Staf Ahli pun demikian, mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lapas Binjai. Dia menilai, apa yang telah dilakukan sudah sesuai dengan susunan.

“Mulai dari profil company, pencanangan pembangunan zona integritas, pembentukan tim, pelaksanaan pelayanan publik setelah dan sesudah serta dukungan sarana prasarana. Juga inovasi pelayanan publik, testimoni layanan, prestasi dan penghargaan satker serta pernyataan komitmen dari Kasatker,” tandasnya. (ted/han)

loading...