Layanan Rapid Test di Medan Diperketat

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Layanan rapid test antigen yang ada di Kota Medan diperketat, menyusul kasus daur ulang alat rapid test antigen Covid-19 di Bandara Internasional Kualanamu, beberapa waktu lalu.

RAPID TEST: Petugas medis sedang melakukan rapid tes antigen drive thru di Lapangan Merdeka Medan, Senin (3/5). M. Idris/Sumut Pos.

Lina, petugas rapid test antigen di Lapangan Merdeka Medan mengatakan, setiap alat rapid test diperlihatkan segelnya kepada pasien, yang menunjukkan bahwa alatnya masih baru dan belum pernah dipergunakan oleh orang lain.


Kemudian, petugas membuka alat rapid di hadapan setiap pasien yang datang dan telah mendaftar. Dan setelah digunakan pasien, alat rapid test antigen tersebut langsung dipatahkan.

“Kita beri tahu, bahwa alat ini baru dan masih bersegel. Lalu setelah digunakan si pasien, alat tersebut kita patahkan dan buang ke tong sampah yang disediakan,” ujar Lina diwawancarai, Senin (3/5).

Disebutkannya, biaya rapid test antigen tidak berubah, dan masih sekitar Rp150.000. “Biaya masih sama. Sejauh ini kita melayani sekitar 400 orang per harinya,” kata Lina.

Manager Operation Control PT SSK, Uedhashi Mayumi Sato, mengatakan, adanya layanan rapid test di Lapangan Merdeka untuk membantu masyarakat mempermudah melakukan rapid tes antigen. Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada gubernur Sumut dan walikota Medan serta dinas terkait.

Ia menegaskan, alat rapid test yang digunakan pihaknya selalu baru. “Setelah dipakai, langsung dipatahkan dan dibuang ke tempat pembuangan limbah medis yang disaksikan pasien,” ujar Mayumi didampingi Manager Operational Hendra Loren.

Salahseorang warga bernama Ricardo, yang mengikuti rapid test antigen di Lapangan Merdeka, mengaku baru pertama kalinya di tempat itu. Biasanya ia memilih melakukan swab antigen di PT Kimia Farma. Namun setelah mendengar kabar adanya penggunaan daur ulang alat rapid test antigen, dia lebih memilih lokasi lain untuk melakukan swab antigen.

“Sudah enggak percaya lagilah ya di tempat saya biasa. Jadi dengan adanya swab ini memudahkan saya lakukan untuk perjalanan kerja. Apalagi semua alat yang masih bersegel diperlihatkan ke saya,” ungkapnya.

Warga lainnya yang juga mengikuti rapid test di Lapangan Merdeka, Syahrudi Nasution menuturkan, dirinya disarankan perusahaannya untuk melakukan swab mandiri, karena sudah dua hari memiliki gejala kurang enak badan dan tidak selera makan. “Alhamdulillah hasilnya negatif. Namun begitu harus tetap waspada. Hasilnya sungguh cepat dan ini sangat membantu apalagi biayanya terjangkau,” ujarnya. (ris)

loading...