Libur Nyepi, Warga Tinggalkan Medan

Metropolis

MEDAN- Libur  Hari Raya Nyepi yang jatuh Jumat (23/3), jalanan di Kota Medan lengang.

Amatan wartawan Sumut Pos  jalan-jalan inti kota seperti Jalan Balai Kota, Jalan Sudirman, Jalan Putri Hijau, Jalan SM Raja, Jalan Patimura, Jalan HM Jhoni, Jalan AH Nasution, Jalan Jamin Ginting, Jalan Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sudirman dan beberapa jalan lainnya yang biasanya macet terlihat lengang.


Sementara, arus lalulintas yang mengarah ke luar Kota Medan ramai dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum.
“Arus lalulintas di jalur utama Kota Medan memang sepi. Tetapi kita tetap melakukan penjagaan di setiap persimpangan jalan dengan menurunkan personel,” kata Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Risya Mustario, Jumat (23/3).

Dikatakannya, kondisi arus lalulintas di pusat kota yang mengalami kemacetan terjadi di pusat-pusat perbelanjaan.

Sedangkan kondisi arus lalulintas menuju ke luar Kota Medan, lanjut Risya, sangat ramai dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum.
“Kalau untuk ke luar Kota Medan seperti Tebingtinggi dan Pancurbatu sangat ramai. Namun tetap aman dan lancar,” ucapnya.
Lonjakan penumpang di Terminal Amplas meningkat mencapai 25 persen. Kepala Terminal Amplas, Asli Perangin-angin menjelaskan, lonjakan penumpang dengan tujuan Siantar dan Prapat.

Hendrik (35), warga Medan yang ditemui di Simpang Jalan Kesawan mengatakan, mereka sekeluarga hendak pergi bertamasya ke Belawan karena libur hingga Minggu.

Mirna (29), warga Jalan Menteng Raya mengaku, mereka hendak pergi ke Berastagi. “Mumpung liburnya agak panjang, mendingan jalan-jalan sama keluarga,” jelasnya.

Humas PT KAI Sumut, Hasri menuturkan, pihaknya menyiagakan semua kereta yang ada sehubungan dengan libur panjang.
Kepala Distrik Batavia Air Medan, Marwan, mengatakan, harga tiket pesawat libur panjang  tak mengalami kenaikan.
Humas PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengaku penumpang yang tiba di Bandara Polonia Medan kebanyakan dari luar Medan dan begitu juga sebaliknya.

Damai Semuanya

Ketua Panitia Penyambutan Hari Raya Nyepi, Drs I Gusti Ngura Made Pastika mengatakan selama perayaan Nyepi, seluruh umat Hindu akan melaksanakan Amati Geni (tidak menyalakan api, termasuk melakukan upawasa atau berpuasa ), Amati Karya (tidak bekerja atau tidak melakukan aktifitas), Amati Lelungan (tidak berpergian atau meninggalkan rumah), Amati Lelanguan (tidak berfoya-foya atau tidak mengadakan hiburan).

Kemudian dilanjutkan Sabtu (24/3) dengan Ngembak Geni (Ngembak Api) adalah berakhirnya Brata Penyepian yang saat itu pula baru boleh melaksanakan aktifitas kembali sebagaimana biasanya. Juga dilengkapi dengan melaksanakan Dharma Santi dengan melakukan Sima Karma (silaturahmi) saling maaf memaafkan di antara umat satu sama yang lainnya.

“Umat Sedarma yang ada di seluruh Indonesia, khusunya di Kota Medan mari kita sama intropeksi diri dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan, panjang umur, murah rezeki serta selamat melaksanakan Hari Raya Nyepi 23 Maret tahun 2012. Semoga kedamaian menyertai kita, damai di hati, damai di dunia dan damai semuanya,” bebernya. (jon/adl)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *