Lintas Aceh-Sumut Lumpun 5 Jam

Sumatera Utara

Banjir dan Longsor Hajar Jalinsum

Pakpak Bharat-Cuaca tampaknya tak ramah dengan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Setelah ‘dihajar’ banjir hingga lumpuh di Labuhanbatu, kemarin Jalinsum Sumut-Aceh malah putus total selama 5 jam karena longsor.


TERPEROSOK: Truk fuso terperosok   lubang Jalinsum  Labuhanbatu. Foto bawah, prosesi pembebasan Jalinsum dari longsor  Pakpak Bharat, Jumat (9/11).
TERPEROSOK: Truk fuso terperosok
di lubang Jalinsum di Labuhanbatu.  (9/11).

Daerah terjadinya longsor berada di Dusun Lae Ikan, Desa Tanjung Mulia Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Pakpak Bharat, tepatnya daerah perbatasan Gajah Putih, Jumat (9/11). Ada sembilan titik longsor yang menutupi seluruh badan jalan di sepanjang Jalinsum Sumut-Aceh.
Kejadian ini terjadi mulai sekitar pukul 15. 30 WIB. Baru pada pukul 21.00 WIB, reruntuhan meterial berupa tumpukan tanah, bebatuan, dan kayu besar yang menutupi jalan dapat disingkirkan. Hal ini setelah dua alat berat milik Pemkab Pakpak Bharat didatangkan sekira pukul 17.30 WIB.

Tidak ada korban dari peristiwa ini, namun tiga rumah warga ikut terbawa longsor. Kerugian pun ditaksir mencapai ratusan juta. Tiga rumah yang dimaksud adalah milik Giraang Angkat, Bulim Manik, dan Dares Manik. “Memang saya tidak di lokasi pada saat kejadian, tapi keluarga saya bilang tiba-tiba air besar dan tumpukan tanah sarta bebatuan dan kayu menerjang rumah kami,” sebut Girang.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Guessepa Reinhart Gultom Sik dan Kadis PU Pakpak Bharat Ir Mahadi Simanjuntak yang ditemui di lokasi bencana sangat menyayangkan kurangnya kerja sama yang dilakukan pihak Balai Pengelola Jalan Provinsi. “Tadi kami sudah minta bantuan ke pihak Balai Pengelola Jalan Provinsi untuk membantu dan menurunkan alat berat, tapi kata mereka alat berat yang mereka miliki dalam keadaan rusak. Padahal ini kan kerjaa mereka juga,” keluh Simanjuntak.

Kapolres Pakpak Bharat mengimbau kepada para warga setempat dan pengemudi agar lebih waspada saat melintasi kawasan tersebut. Longsor bisa mengancam setiap saat. “Ditambah lagi kabut tebal yang kerap menutupi jalan,” kata Gultom.

Hingga berita ini dilansir, para korban musibah longsor yang rumahnya rusak sudah diungsikan. “Kita ungsikan di rumah sekretaris desa karena kami belum dapat mendirikan tenda penampungan. Besok kami akan koordinasi lagi dengan para warga baiknya bagaimana,” beber Sabar Berutu Camat Sitellu Tali Urang Jehe.

Jalur Labuhanbatu Masih Sulit Dilintasi

Di Jalinsum bagian lain, tepatnya di Dusun Sonnah, Desa Sennah, Kacamatan Pangkatan, Labuhanbatu lalu-lintas juga belum lancar. Ini disebabkan banjir yang melanda kawaan sejak Senin (5/11). Di kawasan itu, kendaraan roda 4 harus ekstrawaspada agar tak terperosok.

Guna mengantisipasi kemacetan, Pemkab Labuhanbatu menurunkan alat berat agar truk tidak terjebak di lubang yang kian membesar akibat banjir. Saat ini sedang dilakukan perbaikan terhadap lubang-lubang yang dimaksud.

Perbaikan itu malah menyebabkan kemacetan lain. Selama perbaikan, jalan yang harus dua arah itu malah ditutup. “Baru hari ini saja jalan ini boleh dilewati sepeda motor, kalau tiga hari lalu tidak dibolehkan dengan alasan takut rusak, karena baru dicor. Makanya sejak beberapa hari lalu sudah macet yang panjangan,” aku Mariana, seorang warga setempat.

Wakil Bupati Pemkab Labuhanbatu Suhari Pane saat ditemui dalam kunjungannya ke lokasi meminta kepada pemborong maupun pengawas yang ada di lapangan agar membuka akses jalan. “Kita harapkan jalan itu dibuka dan jangan ditutup lagi,” katanya.

Sejalan dengan itu, guna lebih memudahkan dan melancarkan arus lalu-lintas, pemerintah sengaja menurunkan beberapa unit alat berat serta puluhan petugas dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, perangkat kecamatan serta dibantu aparat kepolisian dari Polres Labuhanbatu. Camat Pangkatan Abdul Syarif menerangkan bahwa kondisi ketinggian air sudah mulai berkurang. Namun begitu pihaknya tetap berada di lokasi sejak hari pertama banjir dengan menyediakan beberapa posko kesehatan lengkap dengan tenaga medisnya. “Dari malam pertama kita sudah bermalam di sini,” ujar Abdul Syarif.

Nantinya kata Syarif, pihaknya akan berkunjung ke rumah warga yang tergenang air beserta dengan petugas dari puskesmas untuk mengetahui kondisi warga pascabanjir. Dia menjelaskan saat ini kondisi Jalinsum jalan sudah mulai membaik. “Tapi harus dibantu juga dengan alat berat. Jalan jadi banyak lubang karena kala itu kan dilintasi truk dengan muatan yang banyak. Makanya kita masih standby di sini,” akunya.

Amatan di lokasi, kemarin satu unit truk fuso dengan muatan cangkang buah sawit berkisar hampir 30 ton terjebak di lubang yang dalam. Akibatnya, truk tersebut nyaris terguling dan terpaksa membongkar sebahagian besar muatannya agar dapat ditarik. Selain itu, warga sekitar turut membantu dengan menuntun truk saat melintasi air setinggi hamper satu meter itu. (mag-14/mag-16)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *