Lintas Tokoh, Polisi, & Pemko Tebingtinggi Lakukan Pertemuan Bahas Corona

Sumatera Utara
SILATURAHIM: Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, dan lintas tokoh saat menggelar silatuahim di Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4).
SILATURAHIM: Pemko Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi, dan lintas tokoh saat menggelar silatuahim di Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol menggelar silaturahim dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, Brimob Detasemen B Kota Tebingtinggi, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di Lapangan Mapolres Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Selasa (7/4). Silaturahim digelar untuk membahas pencegahan Virus Corona di Kota Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol, menyampaikan bahwa wadah ini diharapkan bisa untuk keselamatan, kesehatan dan terhindar dari penyebaran virus covid19. Di mana semua bisa menjadi garda terdepan dalam mencegah virus Covid 19.


“Dalam antisipasi penyebaran Covid 19 di Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi dalam tiga minggu telah melaksanakan upaya pencegahan dimulai dari imbauan terkait peraturan pemerintah, breakdown implementasi dari Kapolri mengenai maklumat terkait isu Covid 19,” jelas AKBP James P Hutagaol.

Diimbau Tidak Mudik ke Luar Daerah

AKBP James P Hutagaol memaparkan bahwa tantangan yang paling besar adalah mengenai tradisi mudik. Karena ini bisa menjadi faktor terbesar penyebaran virus corona, maka dari itu Polres Tebingtinggi mengimbau untuk masyarakat terkhusus yang berada di Kota Tebingtinggi untuk memberi tahu saudaranya yang di luar untuk tidak melaksanakan mudik saat pandemi corona dan masyarakat yang lagi di Kota Tebingtinggi untuk tidak mudik keluar daerah.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan virus corona telah menyebar di 201 negara dan ratusan ribu yang sudah terpapar Covid 19, di Kota Tebingtinggi kita sudah mempunyai ODP sebanyak 437 orang, dan PDP sebanyak 4 orang.

“Ini terjadi dikarenakan banyaknya masyarakat yang mudik ke Tebingtinggi yang berasal dari luar negeri dan luar daerah, para masyarakat yang mudik tidak bisa kita rapid test dikarenakan sulitnya mendapatkan rapid test, di mana Pemerintah Kota Tebingtinggi sudah memesan rapid test sebanyak 2.000 unit, tapi dikarenakan banyaknya antrean sehingga Pemko Tebingtinggi belum mendapatkannya,” jelas Umar Zunaidi Hasibuan.

Terang Umar, rencana ke depan Pemko Tebingtinggi akan melakukan test untuk Orang Tanpa Gejala. (ian/azw)

loading...