Longsor PLTA Batangtoru: Lima Korban Lagi Belum Ditemukan

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Lima lagi korban tertimbun longsor di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), hingga Selasa (4/5), belum ditemukan.

LONGSOR: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, saat meninjau lokasi longsor di areal proyek PLTA Batangtoru, Desa Marancar, Tapsel, Minggu (2/5). Hingga kemarin, tim gabungan telah menemukan 8 jenazah korban tertimbun longsor.

“Belum ada. Pencarian hari ini (kemarin, red) belum ada dapat korban lagi,” ungkap Kepala Bidang Darurat, Peralatan, dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Fahri Azhari, Selasa (4/5).


Adapun tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, dan Basarnas, lanjut Fahri, masih fokus melakukan pencarian korban di aliran Sungai Batangtoru dan areal longsor. Pencarian masih akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Pada prinsipnya, imbuh mantan Kepala Bagian Protokol pada Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut ini, sebelum ada instruksi penghentian pencarian korban longsor di lokasi, tim gabungan tetap berupaya sekuat tenaga menemukan korban yang belum ditemukan.

“Ya, belum ada arahan untuk itu (pemberhentian pencarian korban dan dinyatakan hilang). Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan sasaran aliran sungai dan lokasi yang jaraknya 2 kilometer dari lokasi longsor,” tutur Fahri.

Sebelumnya, Fahri menuturkan, sejauh ini, dari data yang pihaknya peroleh, baru 2 orang korban lagi yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Yakni atas nama Yasmani Halawa, perempuan berusia 50 tahun (ditemukan 2 Mei sekira pukul 10.50 WIB); dan Nursofiah, perempuan berusia 12 tahun (ditemukan 2 Mei, sekira pukul 11.08 WIB).

“Total keseluruhan korban ada 8 orang. Sisa 5 orang korban lagi, atas nama Elmawati Waruwu (31), Jupiter Gulo (10), Risda Gulo (2,5). Sedangkan 2 korban lainnya, masih dilakukan identifikasi,” pungkasnya. (prn/saz)

loading...