Lumayan

Ayam Kinantan

MEDAN-PSMS Medan membawa pulang satu angka dari lawatannya ke markas PSSB Bireuen, Stadion Cot Gapu Bireuen, Rabu (24/4) kemarin setelah bermain imbang 1-1. Sebelumnya Jecky Pasarella sempat memunculkan asa kemenangan lewat gol lewat golnya di menit 62. Namun kemenangan di depan mata dibuyarkan gol Royani 10 menit jelang laga berakhir.

Pelatih kepala, Edy Syahputra saat dihubungi dari Medan kemarin bersyukur timnya bisa mencuri satu angka. Apalagi ia tidak bisa menurunkan seluruh pemainnya karena proses alih status para pemain muda yang belum tuntas.


“Alhamdulillah kita berhasil memetik satu poin hari ini, dan anak-anak sudah bermain maksimal tadi, hanya saja, faktor non teknis yang kita hadapi tadi memang mempengaruhi penampilan tim secara keseluruhan, oleh karenanya kita berharap pengurusan surat ahli status dapat dipercepat,” terangnya.

Safri Koto, Muhammad Antoni, Patriz Khan, Luis Irsandi, Agung Prasetyo tidak bisa dimainkan. Hal itu membuat Edy harus melakukan perubahan strategi. Seperti di lini belakang, Agung yang seharusnya berduet dengan Irwanto diganti Sugiono.

Edy juga mengeluhkan kepemimpinan wasit yang cenderung berpihak kepada tuan rumah. Salah satunya saat Saktiawan Sinaga dijatuhkan di kotak 16.  “Tapi beginilah, kita bermain di kandang lawan. Perlakuan seperti ini sering diterima tim tamu,” lanjut Edy.

Pada laga tersebut, PSMS turun dengan skema 4-2-3-1 dengan Sakti sebagai bomber tunggal. Bersama Jecky yang bergerak liar sebagai bomber gantung, keduanya menjadi momok bagi pertahanan tuan rumah. Namun beberapa peluang yang dihasilkan di babak pertama belum mampu menembus pertahanan Laskar Kota juang.

Kebuntuan baru pecah saat babak kedua berjalan 17 menit lewat Jecky. Sebuah tendangan bebas Ari Yuganda diteruskan kepada Saktiawan Sinaga. Kerjasama satu duanya dengan Jecky akhirnya berujung bola yang menaklukkan Supriadi yang berdiri di bawah mistar PSSB.

Namun petaka terjadi dua puluh menit berselang. Cederanya Ari Yuganda membuatnya tak mampu melanjutkan laga. Belum sempat pergantian dilakukan, sebuah serangan balik lawan membuat Royani leluasa menyarangkan bola. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tak berubah.

Jecky Pasarella tak bisa menutupi kegembiraannya dengan mencetak gol bagi PSMS. “Ya senang bisa cetak gol. Tapi sayang kami gagal memenangkan pertandingan. Mudah-mudahan ini awal yang baik bagi PSMS untuk ke depannya,” jelasnya.
Jecky mengatakan gol tersebut dipersembahkannya untuk warga Medan yang selama ini setia mendukung PSMS. “Gol ini untuk seluruh warga Medan. Bahwa PSMS masih ada dan akan bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya.

Sementara itu Pelatih PSSB Bireuen Bachtiar Juli mengaku timnya terutama di babak pertama memang tampil ngotot untuk mencuri gol. “Tapi anak-anak kurang tenang sehingga tidak membuahkan gol satu pun di babak pertama,” jelas Juli usai pertandingan.
Diakuinya, tim Ayam Kinantan memang lebih berpengalaman daripada timnya. “Mereka memang fisiknya kurang tapi dengan pengalamannya bisa mengatur tempo pertandingan,” pungkasnya. (don)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *