Majelis Ulama Indonesia Kota Tebingtinggi Masa Khidmat 2020 2025 Dikukuhkan

Sumatera Utara

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatra Utara mengukuhkan Dewan Pimpinan dan Komisi MUI Kota Tebingtinggi masa khidmat 2020-2025 di Gedung Pertemuan Balai Kartini Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Sabtu (10/4) dengan mengambil tema menjadikan qudwah hasanah sebagai modal sinergitas pembangunan umat oleh ulama dan umara.

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, MUI Tebingtinggi Akhyar Nasution, Forkompinda dan jajaran pengurus MUI dan Komisi Kota Tebingtinggi yanh dikukuhkan.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuhan mengucapkan terima kasih kepada pengurus MUI atas kepemimpinan yang lama karena sudah mampu dan bisa membetangi masyarakat Kota Tebingtinggi menuju menjadi lebih baik dan selamat kepada pengurus MUI yang baru, kami sangat yakin MUI bisa bekerja dengan baik mengujudkan baidatun warobun gofur.


“Untuk mencapai keberhasilan disebuah organisasi seperti MUI, kita harus punya konsep kerja jangka pendek dan jangka panjang, MUI harus sering menggelar rapat, mesin organisasi harus berjalan dengan baik, begitu juga dengan komisi komisi yang ada, susunlah apa apa hal yang mau dikerjakan, karena MUI adalah wujud untuk mempersatukan umat,” jelasnya.

Ditambahkan Umar, bahwa kemiskinan di Tebingtinggi harus menjadi pertimbangan dan prioritas MUI dalam membangun dan meningkatkan masyarakat yang mempunyai tingkat ekonomi lebih baik, MUI juga harus membangun program ketaqwaan anak, meningkatkan ekonomi syariah.

“Kami yakin ekonomi syariah bisa berjalan dengan baik, MUI menjadi pemersatu umat dan MUI menjadi benteng untuk membangun kebersamaan semua umat yang ada di Kota Tebingtinggi,” pintanya.

Ketua Umum MUI Sumut Maratua Simanjuntak menjelaskan mari kita mentaulandani ulama ulama terdahulu, karena pelantikan MUI saat ini, pengurus harus menggunakan kain sarung, ini untuk menjaga tradisi ulama ulama terdahulu, karena kita harus menyesuaikan pakaian dengan perbuatan kita.

“Peran MUI, pertama dilandasakan dengan agama dan tegakan ibadah, dibidang ekonomi, ramadan ini kita akan mulai dengan desa wisata ramadan, mereka hanya boleh menjual produk dalam negeri dan tidak boleh dari luar negeri juga harus ada nilai ibadahnya untuk, sedangkan bidang sosial MUI bisa mengujudkan menjadi pelayan umat. Ulama bisa memberikan tuntunan kepada pemerintah, apabila ada yang harus luruskan, ulama adalah panutan bagi umat,” bilangnya.

Ketua MUI Tebingtinggi Akhyar Nasution didampingi Sekretaris HM Hasbie Hasiddiqie mengatakan MUI Tebingtinggi akan tetap mengujudkan sinergi pembangunan yang ada di Tebingtinggi. Kedepan mengayomi pembangunan khusunya bidang spritual pembangunan manusia.

“MUI sebagai sumber informasi umat, sebagai mitra umat, MUI juga akan menangani persoalan kecil haram dan halal, kami berusaha untuk menyerpurnakan tugas, harapan MUI Tebingtinggi bersama MUI Sumut untuk mengujudkan qudwah hasana ditengah tengah ummat,” paparnya.

Dijelaskan Akhyar Nasution, kami yakin komisi komisi yang dibentuk adalah semua mewakili dari semua unsur, kita juga akan mengatasi permasalahan ekonomi ekonomi nantinya di Tebingtinggi. Seluruh pengurus sangat antusias dalam menjalanakan amanah, tetapi masih ada kekurangan, MUI Tebingtinggi belum memiliki kitab kitab fiqih.

“Kedepan MUI Tebingtinggi akan menghadirkan ulama ulama, MUI Tebingtinggi dalam ramadhan ini juga akan membina satu kelurahan menjadi kelurahan yang baik dibidang keagamaan, ekonomi dan kemaslahatan ummat,” harapnya.

Hadir Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Forkompinda dan ormas islam. (ian)

loading...