Man United vs Manchester City, Membara

World Soccer

MANCHESTER-Inilah derby yang paling dinantikan di Premier League musim ini. Inilah derby yang belakangan diklaim sebagai terbesar di dunia, baik dari sisi kualitas pemain kedua tim maupun sisi finansial. Derby Manchester edisi ke-161 di Old Trafford malam nanti (siaran langsung MNCTV pukul 19.30 WIB) pun berlangsung di momen tepat.
Ya, Manchester United dan Manchester City kini bersaing di puncak klasemen. Baru pekan lalu City mengudeta United dengan keunggulan dua angka (22-20) setelah menjalani delapan laga. Praktis, meraih hasil absolut di Old Trafford sangat penting bagi kedua tim.

City akan memperlebar gap lima angka apabila sukses mempermalukan United.
Kali terakhir The Citizens (sebutan City) melakukannya pada 10 Februari 2008 dengan skor 2-1. Itu merupakan kemenangan pertama City di Old Trafford setelah 37 tahun.


Sedangkan United tentu tidak ingin kehilangan muka di depan pendukungnya. Kemenangan tidak hanya mengembalikan takhta Setan Merah (sebutan United), melainkan juga menggenapkan victory home beruntun mereka di liga pada angka ke-20.

Entah upaya mengurangi tekanan atau psywar, pelatih United Sir Alex Ferguson tidak terlalu khawatir dengan hasil derby. Ferguson mengatakan, kalaupun keok malam nanti, United masih memiliki kesempatan mengejar City dalam 29 laga berikutnya.

“Dengan catatan kami di paro kedua musim lalu, Anda boleh berharap bahwa kami akan bangkit dan mungkin lebih baik,” ucapnya sebagaimana dilansir Tribalfootball.

Pertemuan terakhir kedua tim di ajang Community Shield (7/8) sepertinya menginspirasi pernyataan Ferguson. United yang tertinggal dua gol di babak pertama, berhasil membalikkan keadaan di babak kedua untuk mengakhiri laga dengan 3-2.

Hasil Community Shield pula yang memberi pelajaran berharga bagi City, khususnya pelatih Roberto Mancini. Pelatih asal Italia itu bahkan menyebut Ferguson sebagai gurunya. “Dalam dua bulan terakhir, kami bekerja keras mereduksi gap dengan United. Saya pikir, gap itu semakin dekat. Jika sebelum kompetisi dua yard, kini hanya satu yard!,” ucap Mancini seperti dilansir Sky Sports.

“Satu yang belum kami miliki dari United adalah mampu memenangkan laga sekalipun bermain buruk. Saya menonton langsung laga United melawan Norwich. Sekalipun tidak bermain bagus, United masih mampu menang. Faktor itulah yang sangat penting dimiliki sebuah tim top,” papar pelatih yang akan menjalani laga ke-100 bersama City itu.
Mancini juga mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai menit terakhir karena City memiliki pengalaman buruk di derby Manchester. Dari lima kekalahan terakhir, empat di antaranya terjadi gara-gara United mencetak gol di menit ke-90 ke atas.

Ketika United menang 2-0 atas Otelul Galati di Rumania dalam ajang Liga Champions midweek lalu (18/10), salah satu gol lahir di pengujung laga via eksekusi penalti Wayne Rooney. Di sisi lain, kemenangan 2-1 City atas Villarreal di ajang dan waktu yang sama juga lahir di menit-menit akhir melalui Sergio Aguero. (dns/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *