Mendadak Airin Menangis

Politik

JAKARTA-Ada yang tidak biasa saat Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menjenguk suaminya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, di Rutan KPK kemarin (3/2). Saat di lobi rutan, wajah putri favorit pada ajang Putri Indonesia 1996 itu memerah. Entah apa yang diobrolkan dengan suaminya. Yang pasti, Airin terlihat menangis.

Wajah sendu itu makin terlihat jelas saat Airin yang kemarin berbusana putih dengan motif biru tua keluar rutan. Tak kuasa membendung air mata, tangis itu terus dia tumpahkan sepanjang perjalanan dari gerbang rutan ke mobilnya. Tidak ada pertanyaan wartawan yang digubrisnya.


Saat berjalan menuju Toyota Innova, tangan kanan Airin terus memegang sapu tangan. Kain selembar itu digunakan untuk menutupi sebagian mukanya. Sementara, tangan kirinya menggenggam dokumen dalam tas cokelat.

Mengapa Airin menangis? Entahlah. Yang jelas, dia mulai terlihat menangis saat hendak keluar dari Rutan KPK. Bahkan, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini sempat menepuk punggung Airin untuk menenangkannya.

Wajah itu tentu tidak biasa. Apalagi, selama ini Airin dikenal sebagai perempuan tangguh. Dia tidak pernah menunjukkan raut muka sedih saat menjenguk suaminya. Begitu pula ketika dia datang sekitar pukul 10.00 untuk menjenguk. “Biasa, besuk biasa saja,” katanya.

Di sisi lain, Manajer Aset dan Properti PT Bali Pasific Pragama, Agah M Noor dimintai keterangan tentang dokumen-dokumen aset bosnya, Wawan, saat diperiksa penyidik KPK. Menurut Agah, dokumen-dokumen aset yang dikonfirmasi kepadanya ditemukan oleh penyidik KPK saat melakukan penggeledahan di kantor pusat dan cabang PT BPP. Adapun perusahaan itu merupakan milik Wawan.

“Saya jelaskan bahwa saya hanya memegang beberapa aset, tidak semuanya. Aset lainnya diurus oleh Pak Wawan langsung dan orang yang disuruhnya,” terang Agah usai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Senin (3/2).

Agah menyebutkan, bahwa salah satu aset milik bosnya yang ia urus adalah SPBU dan kos-kosan. Pada pemeriksaan tadi, dia menjelaskan juga hal itu ke penyidik KPK. “Saya sudah jelaskan yang saya tangani. Itu kan juga masuk LHKPN Bu Airin,” terang dia.

Soal belasan mobil sitaan KPK yang beberapa diantaranya merupakan mobil mewah, Agah tak cerita banyak. Menurut dia, mobil tersebut ada yang dibeli menggunakan duit perusahaan. Tapi, soal pembelian dilakukan oleh siapa dan atas nama siap, dia mengaku tak mengetahuinya.

“Intinya saya hanya mengurus sebagian aset, kalau itu bukan wewenang saya,” terang dia.

Agah menerangkan bahwa dia telah mengurus aset milik adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ini sejak bulan Desember 1995. Sepengetahuan dia, seluruh dokumen aset dan properti yang disita KPK merupakan milik Wawan. “Setahu saya itu semua milik Wawan. Jadi tak mungkin disamarkan,” demikian Agah.(dim/c2/agm/jpnn/rbb)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *