Menggugat Penalti

Ayam Kinantan Olahraga Sepak Bola
Frets Listanto terjatuh saat PSMS kembali gagal menang di 16 besar Liga 2.

SUMUTPOS.CO – PSMS kembali menuai hasil buruk. Bertandang ke markas Persibat Batang di Stadion M Sarengat, Jumat (29/9) Ayam Kinantan tumbang 0-1 lewat gol penalti Supriono menit ke-85. Kekalahan ini membuat posisi PSMS menjadi kritis untuk lolos ke-16 besar.

Hasil ini membuat PSMS baru mengoleksi satu poin dan berada di posisi ketiga klasemen. Sementara PSIS memuncaki klasemen setelah menumbangkan Persita 3-0. PSIS mengoleksi tujuh poin di posisi puncak namun unggul selisih gol dari Persibat dengan poin yang sama.


Dengan tiga laga sisa, dua home, satu away tersisa dan wajib dimenangkan. Dua laga home PSMS yaitu menjamu Persibat, 3 Oktober dan PSIS 7 Oktober 2017 di Stadion Teladan serta satu laga away di Tangerang (Persita) 11 Oktober 2017, tim besutan Djajang Nurjaman harus menyapu bersih kemenangan sembari berharap hasil tim lain.

Pada laga itu Persibat mendominasi serangan. Mereka menggempur kuartet pertahanan PSMS yang diperkuat Derry Herlangga, Roni Fatahilah, Wanda Syahputra dan Gusti Sandria. Namun pertahanan cukup disiplin mengawal gawang Abdul Rohim. Sementara PSMS yang mengandalkan I Made Wirahadi sebagai ujung tombak masih kesulitan menembus kotak penalti lawan. Skor 0-0 di paruh pertama.

Di paruh kedua, PSMS masih kesulitan menembus pertahanan tim besutan Daniel Roekito. Sementara gawang PSMS kerap terancam, sedikitnya tiga peluang emas diciptakan Laskar Alas Roban, julukan Persibat.

Salah satunya saat Hapidin yang tinggal berhadapan dengan kiper lawan, Abdul Rohim.Namun dia gagal. Sementara peluang terbaik PSMS didapatkan lewat tandukan I Made Wirahadi. Namun masih bisa ditip kiper lawan menit ke-36.

Petaka tercipta menit ke-38. PSMS diganjar penalti. Hapidin terjatuh di kotak penalti saat coba lolos dari kawalan Wanda Syahputra. Wasit Nendi asal Bandung menunjuk titik putih. Keputusan kontroversial ini disambut protes para pemain PSMS karena Wanda tidak menunjukkan gestur melakukan pelanggaran.Namun wasit bergeming.

Eksekusi penalti diambil eks pemain PSMS, Supriyono yang menaklukkan Abdul Rohim dengan tendangan ke sisi kanan gawang lawan. Keputusan ini yang memicu kericuhan terjadi usai laga. Para pemain PSMS melakukan protes terhadap wasit dan mengejarnya hingga ke ruang ganti. Upaya ini coba diamankan pihak kepolisian namun malah salah seorang pemain, Suhandi dipukul pihak kepolisian.

Sementara itu, Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra menjelaskan timnya sejatinya bermain imbang dengan tuan rumah. Namun laga dirusak keputusan wasit. “Kami enggak terima penalti tersebut. Karena hingga 70 menit, pertandingan menarik. Wasit masih fair. Nah, setelah itu wasit mulai mengeluarkan keputusan yang merugikan. Puncaknya saat tuan rumah diberi penalti. Pada saat itu pemain mereka masuk ke wilayah penalti dan menjatuhkan diri, tapi Wanda (bek PSMS) disebut melakukan pelanggaran. Padahal wasit saat kejadian jauh, tapi tiba-tiba tunjuk penalti dan gol,” ungkapnya saat dihubungi Jumat (29/8).

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *